Harga jual kembali mobil listrik menjadi tantangan tersendiri bagi konsumen. Pasalnya, harga baterainya masih cukup tinggi. Sementara itu, baterai mobil listrik sendiri memiliki usia pakai, sehingga sudah pasti harus diganti di kemudian hari. Maka dari itu, mobil listrik cenderung memiliki harga jual kembali anjlok. Selain karena populasinya sedikit, rupanya ada beberapa kebijakan pemasaran yang tak menguntungkan unit bekasnya. Taufik Trisna, penjual mobil bekas di Bengkel Cak Tris mengatakan mobil listrik bekas harga jual kembalinya memang jatuh, tapi masih terlalu mahal dan berisiko untuk dibeli lalu dijual kembali. “Sebagai penjual juga memperhatikan minat masyarakat, kami lebih memilih menyediakan unit bekas yang mudah laku ketika dijual, sementara mobil listrik kan masih baru, belum tentu mudah diterima dalam kondisi bekas,” ucap Taufik kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Masyarakat di daerah, khususnya mereka yang mencari mobil bekas cenderung dari kalangan menengah ke bawah. Sehingga, mobil listrik masih terlalu mahal dan berisiko. Mobil Wuling Air EV milik Chairissahar “Sebagai contoh mobil listrik yang paling kecil saja, Wuling Air EV, itu butuh daya pengisian 2.200 VA, sementara listrik rumah tangga di kalangan menengah ke bawah umumnya sekitar 900 - 1.300 VA,” ucap Taufik. Selain itu, ada kekhawatiran soal biaya perbaikan di kemudian hari, yakni berkaitan dengan baterainya yang punya usia pakai sedangkan harganya masih tergolong mahal. “Harga baterainya kan bisa sampai setengah dari harga unit mobil barunya, karena memang kapasitas baterai mobil listrik cenderung besar dan masih langka,” ucap Taufik. Ilustrasi mobil bekas Caroline.id Maka dari itu, harga jual kembali mobil listrik bisa jatuh, dan itu pun masih terlalu mahal bagi sebagian orang, karena ada pilihan mobil konvensional yang kondisinya sehat dan harga lebih terjangkau. Hardi Wibowo, pemilik bengkel dan showroom mobil bekas Aha Motor Yogyakarta mengatakan harga mobil listrik masih terlalu mahal bila dibandingkan dengan mobil konvensional dengan mesin bakar (ICE). “Tak semua orang melek teknologi, dan isu polusi udara, saat beli mobil bekas kadang yang diperhatikan bujetnya sampai, mobil sehat, bisa dipakai, dan tak berisiko saat dijual kembali,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Sekalipun harus membeli mobil bekas yang harga jual kembalinya jelek, selama mobil tersebut nyaman dan bisa diandalkan dalam waktu lama, orang akan lebih mempertimbangkannya. “Tapi kalau mobil listrik kan belum teruji, kebanyakan usia unitnya masih muda, nanti setelah dipakai 10 tahunan lebih seperti apa, dan biaya perbaikannya berapa, ini kan belum ketahuan,” ucap Hardi. Sementara itu, seorang penjual mobil bekas di Tangerang mengatakan harga jual kembali mobil listrik jatuh dan diikuti dengan risiko lain. Ilustrasi mobil listrik. Penjualan kendaraan listrik telah melonjak di Asia Tenggara imbas krisi minyak yang diakibatkan oleh perang Iran di Timur Tengah. “Kami juga tak berani menyediakan unit mobil listrik bekas, buat saat ini banyak faktor, salah satunya, garansi baterainya bakal hilang bila jatuh ke pihak ke-dua, pasti harga jualnya turun suka nggak kira-kira, cepat jatuhnya,” ucapnya kepada KOMPAS.com. Banyak kebijakan dan strategi marketing mobil listrik tak menguntungkan pedagang mobil bekas, sehingga wajar saja bila banyak showroom memutuskan tak menjual mobil listrik. “Itu kesalahan marketing saya kira, ditambah tak semua leasing mau membiayai kredit mobil listrik bekas, itu semakin memperparah harga jual kembalinya,” ucapnya. Berdasarkan pantauan kompas.com, Senin (27/4/2026) dari berbagai bursa mobil bekas daring, berikut daftar harga mobil listrik bekas: Hyundai Kona EV 2020, Rp 199 juta (kredit) Hyundai Ioniq 5 Standar Range 2022, Rp 330 juta (kredit) Wuling Air EV Standar Range 2022, Rp 95 juta (kredit) Wuling Air EV Long Range 2022, Rp 119 juta (kredit) Porsche Taycan 2021, Rp 2.799 juta Nissan Leaf 2021, Rp 252 juta Lexus UX 300e 2021, Rp 490 juta KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang