Logo Mercedes-Benz Mercedes-Benz resmi menghidupkan kembali produksi jajaran mobil listrik EQ untuk pasar Amerika Serikat setelah sempat menghentikannya pada akhir 2025. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan asal Jerman tersebut masih melihat potensi jangka panjang kendaraan listrik, meski pasar EV global tengah menghadapi perlambatan permintaan. Mobil listrik mercedes-benz EQ series resmi dijual di Indonesia Keputusan restart produksi ini diambil setelah Mercedes melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar, termasuk perubahan insentif pajak, pola beli konsumen, serta strategi harga agar produk EV tetap kompetitif.Produksi Sempat Dihentikan karena Permintaan Melemah Pada September 2025, Mercedes-Benz menghentikan sementara produksi beberapa model listrik EQ untuk pasar AS. Langkah tersebut dipicu oleh penurunan permintaan kendaraan listrik, terutama setelah berakhirnya sejumlah insentif pajak federal yang sebelumnya menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Model yang terdampak penghentian produksi meliputi: - Mercedes-Benz EQE Sedan- Mercedes-Benz EQE SUV- Mercedes-Benz EQS Sedan- Mercedes-Benz EQS SUVPenghentian ini bersifat sementara dan menjadi bagian dari penyesuaian produksi agar stok kendaraan tidak menumpuk di tengah permintaan yang melambat.Produksi Kembali Dibuka untuk Model EQ UtamaMemasuki awal 2026, Mercedes-Benz mengonfirmasi bahwa keempat model EQ tersebut kembali diproduksi dan sudah bisa dipesan melalui jaringan dealer resmi di Amerika Serikat.Untuk SUV listrik, produksi dilakukan di pabrik Mercedes di Tuscaloosa, Alabama, sementara versi sedan tetap diimpor dari Jerman.Kembalinya produksi ini menandakan bahwa Mercedes mulai melihat keseimbangan baru antara suplai dan permintaan, sekaligus menyiapkan langkah agar lini EV mereka tetap relevan di pasar.Penyesuaian HargaSalah satu langkah penting yang diambil Mercedes-Benz adalah penurunan harga signifikan pada model-model EQ tahun produksi 2026. Strategi ini dilakukan untuk mengompensasi hilangnya insentif pajak dan menarik minat pembeli baru.Beberapa penyesuaian harga yang dilakukan antara lain:- EQE Sedan dan EQE SUV kini dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan model tahun sebelumnya.- EQS SUV juga mengalami pemangkasan harga hingga belasan ribu dolar.Beberapa varian performa tinggi dan trim tertentu dikurangi atau dihapus untuk menyederhanakan lini produk.Dengan strategi ini, Mercedes berharap kendaraan listriknya bisa bersaing lebih ketat dengan rival dari Amerika, Korea Selatan, hingga Tiongkok.Restart produksi Mercedes-Benz EQ terjadi di tengah kondisi pasar EV yang masih penuh tantangan. Banyak konsumen kini lebih berhati-hati dalam membeli mobil listrik karena mempertimbangkan harga, infrastruktur pengisian daya, serta nilai jual kembali.Namun demikian, Mercedes tetap optimistis bahwa kendaraan listrik akan menjadi bagian penting dari masa depan industri otomotif, meski pertumbuhannya tidak secepat prediksi awal. Logo Mercedes-Benz yang dilengkapi dengan lampuDimulainya kembali produksi mobil listrik Mercedes-Benz EQ menunjukkan fleksibilitas strategi pabrikan premium ini dalam menghadapi dinamika pasar EV.Dengan penyesuaian harga, penyederhanaan model, serta perubahan pendekatan branding, Mercedes berupaya menjaga daya saing sekaligus mempertahankan komitmen jangka panjang terhadap elektrifikasi.