Selama lebih dari tujuh dekade, Mercedes-Benz menjadikan S-Class sebagai model percontohan pengembangan teknologi. Sedan flagship ini berperan sebagai laboratorium inovasi, tempat berbagai teknologi penting pertama kali diperkenalkan sebelum diadopsi lebih luas oleh lini kendaraan Mercedes-Benz dan industri otomotif global. Senior Product & Pricing Manager Mercedes-Benz Indonesia, Kenny Wala, mengatakan pembahasan mengenai inovasi Mercedes-Benz tidak dapat dilepaskan dari perjalanan S-Class. “Jika kita bicara tentang teknologi dan inovasi, Mercedes-Benz tidak bisa lepas dari S-Class. Setiap generasi S-Class membawa dunia satu langkah ke depan,” ujar Kenny di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Sejarah S-Class dapat ditelusuri sejak awal 1950-an, ketika Mercedes-Benz mulai membedakan segmen kendaraan mewahnya. Penamaan resmi S-Class sendiri digunakan sejak 1972, sebagai penanda posisi tertinggi dalam jajaran produk Mercedes-Benz. “Sejak awal, S-Class dirancang sebagai standar tertinggi, tempat teknologi dan kenyamanan Mercedes-Benz pertama kali diperkenalkan,” kata Kenny. Peran S-Class sebagai pionir teknologi terlihat sejak generasi W116, yang pada 1978 menjadi mobil produksi massal pertama di dunia yang mengadopsi Anti-lock Braking System (ABS). Inovasi ini kemudian menjadi fondasi pengembangan sistem keselamatan aktif yang kini digunakan secara luas di industri otomotif. Mercedes-Benz S-Class jadi laboratorium inovasi, tempat teknologi keselamatan dan kenyamanan pertama kali diperkenalkan. Inovasi keselamatan terus berlanjut di generasi berikutnya, mulai dari penerapan seatbelt pretensioner dan driver airbag, Electronic Stability Program (ESP) pada 1995, hingga teknologi Pre-Safe dan Distronic yang lebih dahulu diperkenalkan melalui S-Class. “Banyak teknologi yang saat ini dianggap sebagai standar keselamatan kendaraan, awalnya diperkenalkan melalui S-Class,” ujar Kenny. Memasuki era modern, S-Class tetap menjadi rujukan inovasi. Generasi W222 menjadi mobil pertama di dunia yang menggunakan full LED lighting untuk eksterior dan interior, sementara generasi terbaru W223 menghadirkan airbag penumpang belakang, augmented reality head-up display, serta teknologi mild hybrid. Selain keselamatan, S-Class juga menjadi etalase pengembangan teknologi kenyamanan dan digitalisasi, seperti Digital Light beresolusi tinggi, rear axle steering, hingga sistem MBUX Hyperscreen berbasis kecerdasan buatan. “S-Class tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi menjadi tempat Mercedes-Benz menguji dan menyempurnakan inovasi sebelum diterapkan ke model lain,” kata Kenny. Melalui peran tersebut, S-Class tidak hanya diposisikan sebagai sedan mewah, tetapi juga sebagai tolok ukur pengembangan teknologi. Inovasi yang lahir dari S-Class pada akhirnya turut membentuk standar baru dalam industri otomotif global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang