Siapa yang tidak kenal dengan Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya? Operator bus raksasa asal Bekasi, Jawa Barat ini terkenal dengan armada ribuan unit dan tarifnya yang sangat bersahabat bagi kantong masyarakat. Namun, jika bicara soal kelas premium atau armada untuk rute antarkota antarprovinsi (AKAP) jarak jauh, PO Sinar Jaya punya satu andalan sasis asal Eropa yang sangat setia menemani perjalanan mereka, Mercedes-Benz. Meski kini banyak PO bus lain berlomba-lomba memamerkan sasis Eropa merek lain seperti Scania atau Volvo, PO Sinar Jaya tampak bergeming. Mereka tetap memprioritaskan pabrikan asal Jerman berkepala bintang tiga ini untuk armada premiumnya. Lantas, apa yang membuat PO Sinar Jaya begitu setia dengan Mercedes-Benz? Pasar Bus Menantang, Penjualan Mercedes-Benz Justru Naik 36,9 Persen Bermula Dua Unit Sasis Kemesraan PO Sinar Jaya dengan Mercedes-Benz sebetulnya terbilang baru jika dibandingkan dengan sejarah panjang mereka bersama pabrikan Jepang, Hino. Sinar Jaya mulai resmi memasukkan sasis Mercedes-Benz ke dalam jajaran armadanya pada tahun 2017. Founder PO Sinar Jaya, Rasidin Karyana atau yang akrab disapa Pak Haji, menceritakan kembali momen awal mula mereka mendatangkan sasis premium tersebut. "Kita pakai Mercedes-Benz itu mulai tahun 2017. Waktu itu langsung pakai (tipe) 2542 double decker. Ada dua unit waktu itu," ujar Pak Haji di Jakarta, Jumat (22/5/2026). Bus tingkat PO Sinar Jaya Malang- Jakarta Langkah berani langsung menggunakan sasis tronton premium Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 ini menjadi gerbang pembuka. Setelah itu, perlahan tapi pasti, armada berlogo bintang ini terus bertambah dan mendominasi rute-rute premium Sinar Jaya. Kenyamanan Suspensi Bukan rahasia lagi jika penumpang bus di Indonesia sangat sensitif terhadap kenyamanan, terutama untuk perjalanan jauh yang memakan waktu belasan jam. Di sinilah Mercedes-Benz mengambil peran penting bagi Sinar Jaya. Pak Haji menjelaskan bahwa pemilihan Mercedes-Benz didasari atas kebutuhan penumpang yang menginginkan perjalanan yang minim guncangan. Sasis Mercedes-Benz memang terkenal dengan karakter suspensinya yang lembut. Sleeper bus Sinar Jaya "Permintaan penumpang itu kami melihat mereka memang mengharapkan menikmati perjalanan yang lembut. Untuk kendaraan yang nyaman, handal, lebih dinikmati perjalanannya," tutur Pak Haji. Selain masalah teknis suspensi, ada faktor psikologis atau brand image yang melekat kuat di benak masyarakat Indonesia. Nama besar "Mercedes-Benz" sudah terlanjur identik dengan kemewahan dan kelas sosial tinggi. "Toh ongkosnya juga sama dengan mereka naik bus merek lain. Tapi kalau dengan Mercedes-Benz, penumpang pasti akan cenderung pilih itu. Ketika penumpang masuk dan melihat busnya pakai Mercedes, itu langsung identik dengan kenyamanan dan kemewahan," tambah Pak Haji. Karena alasan kenyamanan ekstra inilah, PO Sinar Jaya khusus mengalokasikan armada Mercedes-Benz mereka untuk trayek overland jarak jauh. "Kita menyebar ya, beberapa melayani Surabaya, Malang. Bahkan sudah sampai ke Sumatera, ke Palembang dan Jambi, sampai ke Bali juga ada," ungkapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang