Pabrikan mobil selalu menampilkan versi terbaik saat meluncurkan model baru. Varian dasar jarang sekali muncul di foto pers, karena gambar resmi hampir selalu menyorot versi paling mewah dan paling lengkap. Sebagai orang yang punya “obsesi sehat” terhadap model entry-level, saya penasaran seperti apa tampilan S-Class baru ketika belum satu pun opsi ditambahkan. Untungnya, Mercedes tak menunggu lama untuk mengaktifkan konfigurator Jerman. Dan benar saja: ada S-Class tanpa tambahan apa pun. S-Class entry-level ini tidak akan dijual di Amerika Serikat karena dua alasan utama. Pertama, pasar AS hanya kebagian versi jarak sumbu roda panjang (long-wheelbase). Kedua, mesin diesel tidak ditawarkan. Untuk Jerman, model paling dasar adalah S350d, yang memadukan jarak sumbu roda lebih pendek dengan interior tanpa kulit—sesuatu yang jujur saya tidak menyangka akan ada pada sedan mewah flagship. Mercedes menyebut facelift W223 ini sebagai pertama kalinya S-Class bisa dipesan tanpa jok kulit. Alih-alih kulit konvensional, material jok mengombinasikan leatherette untuk bagian penahan samping dengan tekstil berbahan linen dan poliester daur ulang untuk bagian tengah dudukan. Piping putih membingkai jok, memberi kontras visual yang halus, sementara panel pintu dilapis kulit sintetis dengan pola jahitan diamond. Namun, pembeli yang tetap menginginkan material asli tidak ditinggalkan, karena kulit asli warna hitam tersedia sebagai opsi tanpa biaya tambahan. Meski tanpa tambahan opsi apa pun, ini tetap mobil dengan banderol enam digit. Di pasar asalnya, S-Class facelift varian entry-level dibanderol mulai €109.220, atau hampir US$130.000 berdasarkan kurs saat ini. Harga untuk pasar AS belum diumumkan, tetapi S500 long-wheelbase generasi sebelum facelift sebelumnya mulai dari US$120.850 sebelum opsi. Di atas kertas, model spesifikasi AS mungkin terlihat lebih “worth it”, tetapi perbandingannya tidak sepenuhnya setara. Harga di Eropa sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN), yang di Jerman mencapai 19 persen, dan porsinya cukup besar karena sudah melekat pada harga label. S-Class varian dasar ini memakai pelek 18 inci dan hadir dengan warna abu-abu, meski pembeli di Jerman bisa menggantinya menjadi hitam tanpa biaya tambahan. Jika pada beberapa model Mercedes terbaru layar penumpang bersifat opsional, di sini fitur tersebut sudah standar. Salah satu pembaruan kecil dibanding versi sebelum facelift ada pada setir, di mana Mercedes mengurangi sebagian kontrol sentuh dan menggantinya dengan roller fisik. Pandangan Motor1: Menyegarkan melihat Mercedes berani menghadirkan interior bebas produk hewani, bahkan pada sedan flagship-nya. Yang tak kalah penting, merek ini juga tidak memaksa pelanggan membayar ekstra untuk kulit, dan memperlakukan material alternatif sebagai pilihan yang sah—bukan sekadar kompromi untuk menekan biaya.