Mobil Mercedes-Benz memiliki sejarah panjang sebagai kendaraan mewah dan prestisius, dengan model-model yang tetap dicari bahkan puluhan tahun setelah diluncurkan. Mungkin tak sedikit yang ingin memiliki mobil tersebut, tetapi karena keterbatasan biaya, mereka akhirnya memilih mobil lawas dalam kondisi bekas. Meski demikian, tidak sedikit yang ragu karena takut kesulitan mencari spare part atau melakukan perawatan. Kenny Wala, Senior Product & Pricing Manager Mercedes-Benz Indonesia, memastikan kekhawatiran tersebut bisa diatasi. “Mobil lawas tetap bisa dibawa ke diler resmi, tidak ada batasan usia mobil. Hanya saja, kalau mobil sudah sangat lawas, proses servis dan pencarian spare part bisa memakan waktu lebih lama,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Diler resmi berperan sebagai jembatan antara pemilik mobil dan produsen global Mercedes-Benz. Dengan jaringan resmi yang luas, pemilik mobil lawas tidak perlu khawatir soal ketersediaan suku cadang atau layanan perawatan rutin. “Kalau spare part tidak tersedia di Indonesia, kami bisa mencarikannya hingga ke luar negeri, ke Jerman,” kata Kenny. Selain itu, Kenny menyarankan pemilik mobil lawas untuk bergabung dengan komunitas Mercedes. Mercedes Benz V350 di lapak daring “Komunitas sangat membantu memperluas koneksi. Selain bertukar informasi teknis, anggota komunitas biasanya saling membantu mendapatkan spare part atau bengkel terpercaya,” ujarnya. Langkah ini dianggap penting, mengingat beberapa model lawas memiliki suku cadang yang langka dan tidak diproduksi lagi secara lokal. Kehadiran diler resmi dan jaringan komunitas menjadi solusi praktis agar mobil lawas tetap prima dan aman dikendarai. Mercedes-Benz Indonesia ingin menunjukkan komitmennya untuk menjaga loyalitas konsumen, termasuk mereka yang memiliki mobil lawas. Para pemilik mobil lawas kini bisa lebih tenang, karena mobil kesayangan tetap bisa dirawat secara resmi tanpa khawatir soal ketersediaan suku cadang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang