Parkir mobil di ruang terbuka memang praktis, tetapi menyimpan risiko yang tidak kecil. Selain potensi tindak kejahatan, paparan sinar matahari dalam waktu lama juga dapat mempercepat penurunan kualitas interior, baik pada jok maupun dasbor. Bagian kabin menjadi salah satu yang paling terdampak. Ketika mobil terpapar panas secara langsung, suhu di dalam kabin bisa meningkat drastis. Interior mobil listrik Toyota bZ4X Hal ini tidak hanya membuat tidak nyaman saat digunakan, tetapi juga berpotensi merusak material interior dalam jangka panjang. Hardianto, pemilik Classic Car Interior, mengatakan suhu tinggi yang terus-menerus dapat membuat material interior kehilangan kelembapan alaminya. “Kalau mobil sering kena panas langsung, material seperti kulit atau sintetis bisa cepat kering. Lama-lama jadi kaku, bahkan retak,” ujar pria yang akrab disapa Hardy kepada Kompas.com, belum lama ini. Untuk mengurangi dampak tersebut, ia menyarankan pemilik mobil memberikan sedikit ventilasi saat parkir di tempat terbuka. Salah satu caranya dengan membuka kaca dalam batas tertentu. “Boleh dibuka sedikit, jangan terlalu lebar. Tujuannya supaya udara tetap bersirkulasi dan panas di dalam kabin tidak terjebak,” kata Hardy. Namun, ia mengingatkan agar langkah tersebut tetap mempertimbangkan faktor keamanan. Bukaan kaca sebaiknya tidak terlalu besar dan hanya dilakukan di area yang relatif aman. Kondisi parkir mobil di depan Pasar Pramuka, Jumat (26/12/2025). Selain itu, perawatan interior juga perlu dilakukan secara berkala, terutama jika mobil sering diparkir di bawah terik matahari. Hardy menekankan pentingnya penggunaan produk khusus untuk menjaga kondisi material tetap optimal. “Jangan cuma dilap saja. Interior itu butuh perawatan, apalagi yang kulit. Perlu cairan khusus supaya tetap lembap dan tidak mudah pecah,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang