Mobil penumpang bermesin diesel terbaru tak direkomendasikan menggunakan bahan bakar Bio Solar, berkat teknologi yang disematkan. Pemakaian Bio Solar secara terus menerus berdampak pada performa dan kebutuhan perawatan yang lebih intens. Bila tidak maka risiko merusak komponen mesin. Muchlis, pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan penggunaan Bio Solar untuk mobil diesel sebenarnya tidak disarankan. “Kandungan sulfur tinggi mencapai 2.500 ppm, sulfur dapat mengotori injektor mesin diesel modern dan sistem penyaringan emisi (catalytic), itu dapat menurunkan kemampuan mesin dan berpotensi menimbulkan kerusakan,” ucap Muchlis, kepada KOMPAS.com, Minggu (1/3/2026). Bio Solar mengandung campuran biodiesel dari minyak nabati yang membuat sifatnya lebih mudah menyerap air. Akibatnya, tangki dan saluran bahan bakar berisiko berkarat atau berjamur bila mobil jarang dipakai. Endapan air juga bisa membuat sistem bahan bakar terganggu akibatnya pembakaran tak sempurna. Performa mesin bisa menurun jika sistem bahan bakar tidak kompatibel, sehingga tenaga terasa berkurang dan konsumsi BBM justru lebih boros. Ilustrasi jelaga pada intake manifold mesin diesel Pemakaian biosolar pada mobil diesel modern bisa dilakukan hanya saat dalam kondisi darurat, namun dengan sejumlah risiko dan konsekuensi. “Bila terpaksa pakai BBM kualitas rendah, sebisa mungkin rajin ganti filter solar, bila anjuran dari bengkel tiap 30.000 Km untuk BBM bagus, maka untuk kualitas rendah bisa tiap 5.000 - 10.000 Km,” ucap Muchlis. Selain itu, sisa pembakaran Bio Solar akan lebih banyak mengandung jelaga. Padahal, di mesin diesel terdapat Exhaust Gas Recirculation (EGR) yang mengalirkan sebagian sisa pembakaran ke dalam ruang bakar. “Maka dari itu, mesin diesel modern yang pakai Bio Solar harus lebih sering diservis, bila tidak aliran udara masuk ke ruang bakar bisa terganggu oleh jelaga yang menumpuk, performa bisa menurun perlahan,” ucap Muchlis. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang