— Tren campervan di Indonesia semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Gaya berkemah menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi menjadi ruang tinggal ini makin diminati, terutama sejak masa pandemi Covid-19 ketika kegiatan di ruang tertutup dibatasi. Campervan menjadi alternatif bagi banyak orang yang ingin tetap berlibur, tetapi tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Tren ini tidak berhenti setelah pandemi mereda. Hingga saat ini, komunitas dan pengguna campervan terus bertambah dan stabil, bahkan kian beragam. Subhan Hadi Susilo, Humas DPP Camper Van Indonesia (CVI), ada beberapa alasan mengapa tren ini terus hidup dan berkembang. “Sebetulnya campervan ini, kalau menurut saya, ada trennya karena supply and demand, ya. Itu umum," ujar Subhan kepada Kompas.com, Senin (17/11/2025). Subhan menjelaskan bahwa kemudahan dan kepraktisan menjadi faktor yang membuat campervan makin disukai. Sebab banyak keluarga merasa lebih nyaman karena tidak perlu repot mengeluarkan perlengkapan camping satu per satu, seperti saat memakai tenda tanah. Tinggal parkir, buka pintu, dan langsung menikmati suasana alam. "Jadi seiring waktu, ketika orang yang sama-sama punya hobi camping, bawa keluarga, mereka melihat kok lebih simpel ya. Nggak perlu keluarin barang-barang dari mobil, terus sekeluarga bisa langsung enjoy family time tanpa kerepotan buka-tutup atau pasang–lepas peralatan camping,” katanya. Campervan yang menjadi tempat tinggal sekaligus kendaraan Nadya dan suami untuk mengelilingi Eropa “Itu seiring waktu memunculkan sebuah kebutuhan, ‘Oh, asik juga kali ya’," ujar Subhan. "Lalu mereka mulai nanya-nanya, ternyata harganya juga nggak jauh-jauh banget dibanding perlengkapan tenda yang dipasang di bawah, yang biasa kita sebut tenda tanah,” ujarnya. Selain itu, industri campervan di Indonesia juga ikut berkembang. Banyak bengkel modifikasi, produsen peralatan kemping, hingga workshop interior mulai berlomba menawarkan paket-paket campervan yang lebih simpel, rapi, dan terjangkau. Persaingan ini membuat pilihan semakin banyak, mulai dari model sederhana hingga yang sudah dilengkapi dapur ringkas, tempat tidur, hingga panel surya. “Belum lagi sekarang di dunia supply juga muncul persaingan antara produsen, custom, workshop, dan sebagainya, untuk membuat yang bagus, simpel, dan lebih murah. Jadi sangat wajar kalau saya lihat, tren ini sepertinya bukan tren yang sebentar,” ungkapnya. Melihat perkembangan komunitas, makin banyaknya lokasi camping ramah campervan, serta dukungan industri pendukung, tren ini diprediksi tetap stabil bahkan berpotensi tumbuh lebih besar. Campervan bukan hanya soal liburan, tetapi juga soal gaya hidup baru: menikmati alam tanpa ribet, fleksibel, dan bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.