– Produsen motor listrik di Indonesia optimistis pasar akan terus berkembang meski program subsidi dari pemerintah dihentikan. Sebelumnya, pemerintah membuat program subsidi pembelian motor listrik senilai Rp 7 juta untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. CEO ALVA, Purbaja Pantja, menyebut bahwa keputusan pemerintah terkait insentif atau subsidi motor listrik sebenarnya sudah diumumkan sebelum gelaran pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Menurutnya, saat ini program subsidi pembelian motor listrik memang sudah tidak ada lagi. “Setahu saya insentif buat motor listrik sudah diumumkan, tidak abu-abu lagi, sudah dipastikan tidak ada. Itu sudah diumumkan oleh pemerintah sebelum IIMS 2026,” ujar Purbaja saat ditemui awak media. Purba menjelaskan bahwa kondisi ini seharusnya tidak terlalu mengejutkan bagi konsumen dan tidak banyak berefek pada pasar motor listrik. Pasalnya, pada tahun sebelumnya pemerintah sudah memberi sinyal bahwa program tersebut bersifat sementara. Bahkan kuota subsidi motor listrik sebelumnya juga sudah habis sejak kuartal keempat 2024. “Kalau kita lihat, dari 2024 sampai sekarang itu sudah lebih dari setahun. Jadi masyarakat seharusnya sudah mulai terbiasa membeli tanpa subsidi,” jelasnya. Meski tanpa insentif atau subsidi, Purba berharap penjualan motor listrik bisa terus mengalami peningkatan, termasuk selama periode Ramadan hingga menjelang Lebaran. Menurutnya, momen tersebut secara historis memang sering menjadi periode kenaikan penjualan kendaraan. “Seharusnya ada kenaikan sih menjelang Lebaran. Tapi masih terlalu dini untuk menyampaikan datanya sekarang,” ujarnya. Purbaja juga menambahkan bahwa ALVA saat ini telah menyiapkan berbagai program serta skema pembelian yang menarik untuk konsumen. Hal ini diharapkan dapat menjaga minat masyarakat terhadap motor listrik, meskipun tanpa dukungan subsidi dari pemerintah. Selain itu, ALVA juga optimis penjualannya bisa terdongkrak karena line up motor yang ditawarkan sekarang sudah sangat beragam dan mengisi banyak segmen. "Sebelumnya produk kami menyasar kelas premium dengan harga Rp 40 jutaan. Tapi sekarang sudah semakin lengkap. Ada yang Rp 30 jutaan, Rp 20 jutaan, bahkan skema terbaru ada yang belasan juta. Jadi lebih banyak pilihan bagi konsumen," tutup Purba dalam acara buka puasa bersama, Selasa lalu (10/3/2026).