JAKARTA, KOMPAS.com - Mengemudikan mobil listrik dengan kecepatan tinggi, terutama saat perjalanan jauh, kadang dianggap sepele oleh sebagian pengguna. Rupanya, di balik akselerasi instan dan kabin senyap, ada konsekuensi teknis yang perlu dipahami, terutama terkait beban kerja motor listrik dan pengaruhnya terhadap suhu baterai sebagai sumber energi utama. Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, pada dasarnya tidak ada perlakuan khusus yang harus dilakukan pengemudi untuk menjaga suhu baterai saat perjalanan jauh atau ketika terjebak kemacetan. Hal ini karena pengendalian suhu baterai sangat bergantung pada teknologi yang digunakan masing-masing pabrikan. “Di kami (Aion), misalnya, kami sudah menggunakan liquid cooling system untuk baterai. Jadi selama konsumen melakukan servis rutin, kualitas cairan pendingin baterai akan tetap terjaga dan sistem bisa bekerja optimal,” kata Iqbal kepada Kompas.com, Minggu (5/1/2025). Namun, Iqbal menjelaskan bahwa cara berkendara tetap memiliki pengaruh terhadap beban kerja sistem penggerak. Saat mobil listrik dipacu pada kecepatan tinggi dalam waktu lama, motor listrik akan bekerja lebih berat untuk mempertahankan laju kendaraan. Beban kerja yang meningkat tersebut membuat konsumsi daya baterai menjadi lebih besar. Secara otomatis, energi yang dilepas dalam jumlah besar akan meningkatkan suhu kerja baterai dan motor listrik, meskipun masih dalam batas yang dikontrol oleh sistem pendingin. “Semakin tinggi kecepatan, semakin besar daya yang diserap. Artinya, kerja motor listrik dan baterai juga makin berat. Ini berbeda dengan kondisi macet, di mana beban justru cenderung lebih stabil,” ujar Iqbal. Karena itu, meski mobil listrik dirancang aman untuk perjalanan jauh, pengemudi tetap disarankan menghindari kebiasaan berkendara dengan kecepatan tinggi secara terus-menerus. Selain lebih boros energi, pola tersebut juga membuat sistem bekerja lebih keras dari yang diperlukan. Pada akhirnya, kombinasi teknologi pendingin baterai yang mumpuni dan kebiasaan berkendara yang wajar menjadi kunci menjaga performa mobil listrik tetap optimal, sekaligus memperpanjang usia pakai baterai dalam jangka panjang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang