Masih banyak konsumen yang memperlakukan motor listrik layaknya motor bensin, termasuk modifikasi atau menambahkan aksesori kelistrikan seperti lampu tambahan. Padahal modifikasi lampu seperti memasang Bi-LED atau lampu tembak, agar pancaran sinar lebih terang berpotensi merugikan pemilik motor listrik. Produsen menegaskan bahwa penambahan lampu di luar bawaan pabrik bukan hanya soal estetika atau visibilitas, tetapi bisa berdampak langsung pada performa kendaraan, terutama terhadap jarak tempuh dan daya tahan baterai. Polytron Fox R Head of Group Product Electric Vehicle 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengatakan bahwa motor listrik memiliki karakteristik sistem kelistrikan yang sangat berbeda dibandingkan motor konvensional berbahan bakar bensin. Seluruh sumber energi motor listrik hanya bertumpu pada baterai, tanpa sistem pengisian tambahan seperti alternator. “Kalau motor listrik kayaknya lebih riskan dibanding motor bensin. Itu sebenarnya akan mengurangi jarak tempuh. Jadi yang rugi sebenarnya memakainya,” ujar Ilman di Jakarta, belum lama ini. Modifikasi lampu motor Projie Biled Menurut Ilman, pada motor bensin, penambahan aksesori kelistrikan relatif lebih aman karena masih ditopang sistem pengisian daya dari mesin. Sementara pada motor listrik, setiap tambahan beban listrik langsung mengambil energi dari baterai yang seharusnya difokuskan untuk menggerakkan kendaraan. Ilman menjelaskan bahwa kapasitas baterai motor listrik sudah dihitung secara presisi oleh pabrikan. modifikasi lampu motor Energi yang tersimpan dirancang untuk menggerakkan motor penggerak serta memenuhi kebutuhan kelistrikan standar, seperti lampu bawaan, panel instrumen, dan sistem pendukung lainnya. “Karena kan baterai yang harusnya digunakan hanya untuk berputarnya BLDC atau berputarnya motor, dan menyalakan lampu yang sudah ada di situ, ini ditambah, diambil lagi buat yang lain-lain,” ucap dia. Penambahan lampu tambahan otomatis akan menarik daya ekstra dari baterai. Dampak paling terasa adalah jarak tempuh motor listrik yang menjadi lebih pendek dibandingkan klaim pabrikan, meskipun kondisi baterai masih penuh. Polytron Fox 350 Resmi Meluncur “Pastinya jaraknya akan makin pendek. Jadi risikonya jarak sama daya baterai lebih cepat? Iya, lebih cepat turun,” kata Ilman. Tak hanya berdampak pada pemakaian harian, kebiasaan menambah beban listrik juga berpotensi memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Baterai yang terus bekerja di luar beban idealnya dapat mengalami degradasi lebih cepat, sehingga kemampuan menyimpan daya akan menurun lebih dini. Kondisi ini tentu merugikan pengguna, mengingat baterai merupakan komponen paling mahal pada motor listrik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang