Tren kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia tengah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan peningkatan penjualan sepanjang 2025 yang mencapai 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, lonjakan ini belum sepenuhnya diikuti dengan pemahaman bahwa perawatan mobil listrik sedikit berbeda dari mobil konvensional, termasuk dalam pemilihan ban. Umumnya, sebagian pabrikan sudah melengkapi mobil listrik dengan ban bawaan yang bersifat EV-compatible, namun teknologinya belum tentu sepenuhnya dirancang untuk karakter asli kendaraan listrik. Penggunaan ban mobil konvensional pada kendaraan listrik masih sering dilakukan sebagai upaya menekan biaya. Padahal, langkah tersebut justru bisa menurunkan performa kendaraan, mulai dari memboroskan baterai hingga membuat usia pakai ban jadi lebih pendek. Pilihan ban mobil listrik, Hankook iON Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia, menjelaskan bahwa ban yang dirancang khusus untuk mobil listrik telah dikembangkan sesuai dengan karakteristik kendaraannya. “Struktur ban ini umumnya lebih kuat dan mampu menahan torsi instan dari akselerasi kendaraan listrik sehingga umur pakainya lebih panjang sesuai standar yang ditetapkan. Selain itu, penggunaan ban khusus mobil listrik dapat memberikan jarak tempuh yang lebih maksimal dan meminimalisir frekuensi penggantian ban,” ujar Apriyanto dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026). Selain urusan ketahanan, ban khusus EV juga dilengkapi teknologi peredam suara untuk menjaga kabin tetap senyap. Mengingat karakter mesin listrik yang minim suara, penggunaan ban yang tidak sesuai akan memicu suara bising dari gesekan ban dengan permukaan jalan. Untuk lini ban khusus EV dari Hankook seperti iON evo AS, sudah diterapkan penggunaan busa khusus di dalam ban guna meredam kebisingan tersebut. Teknologi ini diklaim bisa membuat pengalaman berkendara terasa hingga 29 persen lebih senyap. Apriyanto juga menambahkan tips agar ban mobil listrik bisa lebih awet, yakni dengan rutin memeriksa tekanan angin, melakukan rotasi ban, dan menghindari akselerasi berlebihan. “Dengan langkah-langkah ini, pemilik mobil listrik bisa menikmati umur ban yang lebih awet sekaligus pengalaman berkendara mobil listrik yang lebih nyaman dan menyenangkan,” kata Apriyanto. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang