Mobil listrik dikenal memiliki karakter torsi instan yang membuat akselerasi terasa responsif sejak putaran awal. Keunggulan ini sering dianggap memudahkan kendaraan saat melibas tanjakan tanpa perlu perpindahan gigi seperti pada mobil konvensional. Namun, teknik berkendara tetap menjadi faktor penting agar performanya bisa dimaksimalkan. Sony Susmana, pendiri Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, mobil listrik berbeda dengan mobil konvensinonal sehingga cara mengemudi juga perlu diperhatikan. Test drive BYD M6 “Mobil listrik ini kan beda dengan mobil konvensional. Untuk melewati tanjakan sebetulnya tidak ada masalah karena punya torsi yang besar, tapi tetap ada yang harus diperhatikan,” ujar Sony kepada Kompas.com, belum lama ini. Untuk menjaga performa torsi mobil listrik tetap optimal saat menanjak, pengemudi perlu memahami pentingnya momentum dan tidak ragu menekan pedal akselerasi. Selain itu, hindari membawa beban berlebih karena dapat mengurangi tenaga, baik pada mobil listrik maupun mobil berbahan bakar konvensional. Beban yang terlalu berat akan membuat kerja motor atau mesin menjadi lebih keras dan berpotensi menurunkan efisiensi serta performa kendaraan. "Momentum di awal penting untuk memaksimalkan tenaga. Pedal gas ditekan secara maksimal. Kemudian hindari beban berlebih," katanya. Dengan teknik yang tepat dan beban yang terjaga, mobil listrik dapat melibas tanjakan dengan lebih mudah, aman, dan tetap efisien. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang