Transmisi matik Continuously Variable Transmission (CVT) dikenal sebagai sistem girboks otomatis yang menawarkan kenyamanan dan efisiensi bahan bakar, khususnya untuk penggunaan di dalam kota. Dengan karakter perpindahan rasio yang halus tanpa hentakan membuat mobil bertransmisi CVT banyak digunakan pada segmen city car hingga SUV modern. Namun di balik keunggulannya, banyak orang beranggapan bahwa mobil matik CVT kurang kuat di tanjakan. Lantas, benarkah anggapan tersebut? Hardi Wibowo, Pemilik Aha Motor Yogyakarta mengatakan transmisi CVT didesain khusus untuk mobil perkotaan sehingga tidak cocok untuk melibas tanjakan. SKF Indonesia tawarkan pilihan bearing dan CVT Belt untuk segala kebutuhan di IMOS 2025. “Khusus transmisi matik CVT sebaiknya tidak dipaksakan untuk melibas tanjakan, karena jika dipaksakan dengan menginjak pedal gas dalam akan berisiko merusak puli dan sabuk bajanya,” ucap Hardi kepada Kompas.com, belum lama ini. Senada, Iwan, pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic, Solo, mengatakan, matik CVT didesain untuk jalanan datar, tujuannya agar hemat bahan bakar minyak (BBM) dan perpindahan yang halus. Iwan juga mengatakan, mobil CVT yang tidak kuat menanjak adalah yang menggunakan pulley dan steel belt kecil. “Desain CVT yang menggunakan dua pulley yang saling berhubungan untuk menentukan percepatan. Biasanya yang tidak kuat nanjak menggunakan pulley yang ukurannya kecil dan stel belt juga kecil,” kata Iwan kepada Kompas.com. Iwan menjelaskan, karena ukuran pulley dan steel belt kecil sehingga torsi yang dihasilkan kurang. “Biasanya ini mobil jenis city car yang menggunakannya. Tetapi mobil dengan ukuran pulley dan belt besar atau belt double tidak masalah digunakan jalan menanjak. Mobil-mobil SUV sudah menggunakan ini,” kata Iwan. Selain ukuran pulley dan steel belt, faktor mobil matik CVT penggerak roda depan juga bisa menjadi penyebab tidak kuat menanjak. “Masalah lainnya, umumnya CVT diaplikasikan untuk mobil dengan penggerak depan. Ini juga menambah kelemahan tenaga mobil untuk menanjak,” kata Iwan. Meski kurang bertenaga di tanjakan, Iwan mengatakan, mobil bertransmisi CVT tetap lebih hemat bahan bakar dan nyaman dikendarai di jalan datar. “Kesimpulannya, matik CVT lebih banyak kehilangan torsi saat menanjak dan beban berat,” kata Iwan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang