Transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) menjadi pilihan umum pada banyak mobil modern saat ini. Teknologi ini dikenal karena menawarkan kenyamanan berkendara, terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat. Namun, di balik kehalusan perpindahan giginya, CVT ternyata memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan oleh pengemudi. Khususnya, yang memiliki gaya berkendara agresift atau suka kecepatan tinggi. Prijodie Amdhani, punggawa bengkel spesialis transmisi JMW Motor Werke, mengatakan, CVT diciptakan untuk memberikan kenyamanan berkendara. CVT pada mobil matik. "Karena untuk menciptakan perpindahan gigi yang halus, muncul CVT. Sebenarnya, teknologi CVT itu sudah ada sejak tahun '80-an," ujar Jodie, kepada Kompas.com, saat ditemui di bengkelnya yang berlokasi di Pasar Segar Cinere, belum lama ini. Menurut Jodie, sistem kerja CVT sangat berbeda dengan transmisi otomatis konvensional (AT). CVT tidak memiliki gigi percepatan tetap, melainkan menggunakan pulley dan sabuk baja untuk mengatur rasio transmisi secara terus-menerus. Mekanisme ini memungkinkan mesin berputar pada rpm optimal tanpa hentakan perpindahan gigi yang terasa. Namun, kelembutan ini justru menjadi kelemahan utama CVT ketika digunakan oleh pengemudi yang gemar berakselerasi cepat atau sering melakukan kick down secara mendadak. Transmisi New D-CVT (Dual Mode Continuously Variable Transmission) milik Daihatsu "Minusnya CVT itu, dia ringkih. Kalau Anda high speed driver, jangan pakai CVT, lebih baik pakai (transmisi) AT)," kata Jodie. Jodie menambahkan, transmisi AT memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan CVT. Namun, memang perpindahan giginya sangat terasa. Secara umum, transmisi CVT ideal digunakan untuk pengemudi yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi bahan bakar, terutama di lalu lintas perkotaan. Sedangkan bagi mereka yang sering melaju di kecepatan tinggi atau memiliki gaya mengemudi sport, transmisi AT atau DCT (Dual Clutch Transmission) bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Dengan kata lain, CVT bukanlah transmisi yang lemah, tetapi memang tidak dirancang untuk pengendara agresif. Memahami karakter dan batas kemampuan sistem transmisi sangat penting agar performa kendaraan tetap optimal dan umur komponennya lebih panjang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.