Transmisi Continuously variable Transmission (CVT) kini semakin umum digunakan pada mobil-mobil modern karena menawarkan kenyamanan berkendara yang lebih halus. Namun di balik keunggulannya, sistem ini juga memiliki sisi lemah yang perlu diperhatikan oleh pemilik kendaraan. Menurut Budi Novianto, pemilik bengkel spesialis transmisi Cakrawala Matic Solutions di Cibinong, sistem CVT pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang digunakan di motor matic. Konstruksi transmisi CVT “Kalau CVT itu sebenarnya cuma beda jenis transmisi. Prinsipnya sama seperti motor matic. Jadi dia bekerja menggunakan dua puli, ada rasio input dan output yang diatur otomatis,” ujar Budi, kepada Kompas.com (3/11/2025). Bedanya, CVT di mobil tidak menggunakan sabuk karet, melainkan sabuk baja (steel belt) karena harus menyalurkan torsi yang lebih besar. Budi menyebut, secara konstruksi, transmisi CVT jauh lebih sederhana dibandingkan transmisi otomatis konvensional, dan perawatannya juga lebih mudah. Honda Jazz generasi ketiga menggunakan transmisi CVT Namun, kesederhanaan itu tidak berarti bebas masalah. Dari pengalamannya menangani berbagai mobil matik, Budi menilai CVT justru lebih rentan. “CVT itu justru lebih ‘ringkih’. Ringkih itu maksudnya lebih rentan rusak. Karena di dalam CVT itu kan dua puli baja yang saling bertemu dan dihubungkan oleh sabuk baja,” ucap Budi. “Kalau oli transmisinya telat diganti, atau salurannya mampet, gesekan antar baja itu bisa bikin komponen cepat aus,” kata dia. Transmisi CVT dengan tombol overdrive (O/D) Menurutnya, CVT memang berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan bila pemiliknya abai terhadap perawatan rutin. “Meskipun strukturnya lebih sederhana, titik rawannya justru lebih banyak dibandingkan transmisi otomatis biasa,” katanya. Meski begitu, dari sisi kenyamanan berkendara, CVT tetap unggul. Transmisi jenis ini tidak memiliki perpindahan gigi, sehingga terasa lebih halus dan responsif. “Kalau bicara kenyamanan berkendara, CVT jelas jauh lebih halus. Karena tidak ada perpindahan gigi seperti 1, 2, 3, 4, jadi input dan output terasa langsung. Mobilnya responsif dan perpindahan tenaganya mulus,” kata Budi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.