Banyak pemilik mobil masih menganggap transmisi matik lebih mahal perawatannya dibandingkan manual. Namun menurut Budi Novianto, pemilik bengkel spesialis transmisi Cakrawala Matic Solutions di Cibinong, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. “Untuk melakukan overhaul transmisi matik, biayanya biasanya berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 12 juta. Itu sudah termasuk spare part, oli, dan jasa pengerjaan,” ujar Budi, kepada Kompas.com (3/11/2025). Penampakan parking pawl pada transmisi matik. Namun, frekuensi perbaikannya jauh lebih jarang. Menurut Budi, transmisi matik baru butuh overhaul sekali saat mobil menempuh 200.000 kilometer, atau sekitar 10 tahun pemakaian normal. Sebaliknya, mobil transmisi manual memang lebih murah setiap kali servis atau overhaul. Tetapi durasi perbaikannya bakal lebih sering. “Misalnya, saya ambil contoh mobil saya sendiri yang manual. Tiga tahun sekali ganti kopling, biayanya sekitar Rp 2–3 juta. Jadi dalam 10 tahun bisa tiga kali ganti,” katanya. Transmisi Matik AT. Kalau dihitung total, biaya keduanya hampir seimbang. Bedanya, transmisi matik memberikan kenyamanan lebih, terutama di lalu lintas macet. “Kalau bawa mobil manual di kondisi macet, pasti kebayang capeknya kaki. Sementara mobil matik, kaki bisa santai,” ucap Budi. “Sama saja seperti beli kendaraan cash dan kredit, bedanya cuma di cara bayarnya. Matic lebih mahal tapi jarang, manual lebih murah tapi sering,” kata dia. Ilustrasi penambahan zat aditif pada oli transmisi matik Budi juga menambahkan, di samping overhaul, perawatan dasar seperti ganti oli tetap wajib dilakukan pada semua jenis transmisi. “Untuk oli transmisi pun sebenarnya sama. Mobil manual juga tetap wajib ganti oli transmisi secara berkala,” ujar Budi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.