Mobil dengan transmisi matik dikenal praktis dan mudah digunakan, termasuk saat melintasi tanjakan. Namun, sebagian pemilik mobil mengeluhkan kendaraannya terasa tidak kuat menanjak, terutama pada kondisi tertentu. Masalah ini sering menimbulkan kekhawatiran karena dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara, khususnya saat melewati tanjakan curam atau jalan menanjak panjang. Kamal, pemilik bengkel Kafka, mengatakan, mobil dengan transmisi matik yang sering tidak kuat menanjak biasanya tipe CVT. SUV Jaecoo J8 menaklukkan tanjakan curam dalam sesi pengujian off-road. “Biasanya yang tidak kuat nanjak itu matik tipe CVT dan kalau kondisi CVT-nya sudah panas banget, ini umumnya terjadi di mobil-mobil Nissan, kalau Toyota dan Honda no issue,” ucap Kamal kepada Kompas.com, belum lama ini. Kamal mengatakan, penyebab mobil matik tidak kuat menanjak umumnya berasal dari kondisi transmisi, bukan karena perbedaan jenis transmisi. Ia menegaskan, tenaga mobil matik dan manual pada dasarnya tidak jauh berbeda saat digunakan di tanjakan. “Tapi kalau umumnya transmisi matik ga kuat nanjak itu berarti ada masalah di transmisinya karena pada dasarnya sama saja antara power mobil matik dan manual di tanjakan,” ucapnya. Salah satu indikasi adanya masalah pada transmisi matik adalah kebocoran oli transmisi. Meski demikian, Kamal mengatakan kebocoran ringan biasanya belum sampai membuat oli matik habis dan menyebabkan mobil matik tidak kuat menanjak. “Biasanya kalau kebocoran ringan jarang sampai bikin oli matik habis, dan kalau sampai olinya benar-benar habis, mobilnya sudah tidak akan bisa jalan, baik maju maupun mundur,” katanya. Selain itu, Kamal juga mengatakan, jika filter oli kotor parah juga bisa memengaruhi mobil matik jadi tidak kuat menanjak. Filter yang kotor dapat menghambat aliran oli transmisi sehingga tekanan tidak optimal dan tenaga yang disalurkan ke roda menjadi berkurang. Kondisi transmisi yang sudah panas berlebih atau jarang mendapatkan perawatan juga dapat memperburuk kinerja kendaraan, terutama saat digunakan di medan menanjak. Oleh karena itu, pemilik mobil disarankan melakukan perawatan rutin, seperti mengganti oli transmisi secara berkala dan memastikan tidak ada kebocoran. Kemudian, Kamal juga mengatakan, untuk biaya perbaikan transmisi mobil matik yang bermasalah tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi, karena setiap jenis kendaraan memiliki biaya perbaikan yang berbeda. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang