Mobil bisa tidak kuat menanjak meski putaran mesin (Rpm) masih tinggi. Ini bisa terjadi karena tenaga tak tersalurkan dengan baik ke roda. Rpm tinggi hanya menunjukkan mesin berputar cepat, tetapi belum tentu menghasilkan dorongan efektif untuk menggerakkan mobil. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan ketika putaran mesin tinggi tapi mobil tak kuat menanjak, maka penyebabnya adalah selip. “Penyebab paling umum adalah selip kopling pada mobil manual. Kampas kopling yang aus membuat putaran mesin tidak sepenuhnya diteruskan ke transmisi, sehingga mesin meraung tetapi mobil tetap tak bertenaga,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (13/2/2026). Pada mobil matik, kondisi serupa bisa terjadi jika terjadi selip pada kelompok kopling atau puli dan sabuk baja (model CVT). Sistem ini dapat membuat mesin berputar tinggi tanpa diikuti peningkatan tenaga ke roda. Tak hanya buang-buang tenaga, memaksakan kondisi tersebut dalam waktu lama juga bisa memicu kerusakan komponen transmisi dan kopling. Tanjakan Spongebob di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menjadi pilihan jalan alternatif ratusan kendaraan wisatawan untuk melangsungkan perjalanan arus balik menuju Kota Bandung, Senin (1/1/2024). “Kondisi tersebut membuat tenaga terbuang percuma. Akibatnya mobil tampak kuat secara suara dan putaran mesin, tetapi tidak mampu menanjak dengan baik, bisa diikuti suara ban berdecit,” ucap Imun. Selip juga bisa terjadi ketika kondisi jalan basah, licin, berkerikil atau tak rata. Ban akan kehilangan traksi, sehingga ban berdecit dan putaran mesin meraung tapi mobil tak mau melaju. Kesimpulannya, RPM tinggi bukan jaminan mobil kuat menanjak. Yang menentukan adalah torsi yang sampai ke roda, traksi ban, kondisi transmisi, serta beban kendaraan saat menghadapi tanjakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang