Produsen kendaraan berlomba membuat mesin dengan rasio kompresi tinggi karena tren teknologi, regulasi, dan kebutuhan pasar. Semuanya mendorong ke arah mesin yang lebih efisien, lebih bertenaga, dan lebih ramah lingkungan. Dampaknya, mobil atau motor butuh bahan bakar minyak (BBM) yang berkualitas dengan nilai RON tinggi untuk mendukung kebutuhan tersebut. Ahmad Safrudin alias Puput, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), mengatakan awalnya kebutuhan pasar menuntut mesin yang punya daya besar, namun tetap dengan efisiensi tinggi dalam pembakaran BBM. “Efisiensi dan daya tinggi, hanya dimungkinkan didapatkan pada mesin kompresi tinggi, maka pabrikan berlomba membuat mesin tersebut, dan butuh dukungan dari BBM yang sesuai, yakni RON tinggi,” ucap Puput saat dihubungi KOMPAS.com, Rabu (19/11/2025). Hal ini berkaitan juga dengan emisi gas buang yang dihasilkan. Sehingga, pabrikan memang dituntut demikian agar mencapai standar emisi sesuai regulasi dari pemerintah. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan pabrikan mobil berlomba menciptakan mesin yang tinggi angka efisiensi termalnya, ini bisa tercapai bila kompresi mesin tinggi. Ilustrasi mesin mobil dalam kondisi sehat “Thermal efficiency dari sebuah mesin adalah ukuran seberapa efektif mesin tersebut mengubah energi panas, dari pembakaran bahan bakar, menjadi kerja mekanis (mechanical work) yang bermanfaat,” ucap Jayan saat dihubungi KOMPAS.com, Rabu (19/11/2025). Semakin tinggi efisiensi termalnya, semakin besar porsi energi panas yang benar-benar dipakai untuk menghasilkan tenaga, dan semakin sedikit yang terbuang sebagai panas ke lingkungan, melalui gas buang, pendinginan, gesekan, dan sebagainya. “Efisiensi termal adalah indikator seberapa hemat energi sebuah mesin. Mesin dengan efisiensi termal tinggi membutuhkan lebih sedikit bahan bakar untuk menghasilkan daya yang sama,” ucap Jayan. Mesin Daihatsu Rocky e-Smart Hybdir di Daihatsu Motor Headquarter, Osaka. Maka dari itu, menurut Jayan, pabrikan berlomba menciptakan mesin yang memiliki efisiensi termal tinggi. Karena hal ini sangat penting dan banyak diterapkan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), otomotif, maupun studi bahan bakar seperti B40. “Yang mempengaruhi efisiensi termal adalah rasio kompresi mesin, semakin tinggi kompresi rasio, semakin tinggi pula efisiensi termalnya,” ucap Jayan. Hanya saja, desain mesin tersebut tetap harus mendapatkan dukungan dari kualitas BBM-nya, yakni seperti RON dan kandungan energi tinggi. Kesimpulannya, saat ini konsumen mencari mobil yang irit, bertenaga, ramah lingkungan, mesin kecil tapi responsif, dan sejenisnya. Itu semua bisa terjawab dengan menyediakan mesin kompresi tinggi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.