Salah satu pertimbangan membeli mobil listrik adalah operasionalnya yang cukup ekonomis dibandingkan mobil konvensional. Dari segi biaya mengecas, mobil listrik dikenakan biaya Rp 2.466 per kWh, bahkan kalau cas di rumah atau pakai wall charger, bisa lebih murah lagi. Kemudian dari segi servis, mobil listrik juga tidak banyak komponen yang perlu diganti. Jaecoo J5 EV Seperti pada Jaecoo J5 EV yang saya tes, servis cukup setahun sekali dan cuma ganti filter AC, cairan coolant, minyak rem, dan gear oil. Berdasarkan data resmi dari Jaecoo, J5 EV dapat jasa servis gratis, jadi cuma bayar komponen yang diganti saja. Selama empat tahun, filter AC perlu diganti empat kali, gear oil sekali, minyak rem dan coolant dua kali. Secara harga, filter AC di Rp 261.000, coolant di Rp 964.700, minyak rem Rp 118.500, dan gear oil Rp 235.400. Maka kalau dijumlahkan, biaya perawatan Jaecoo J5 EV selama empat tahun atau 60.000 Km cuma Rp 3.445.800. Kemudian dari segi konsumsi listrik, berdasarkan pengetesan saya, J5 EV bisa mencatatkan konsumsi listrik 8,7 Km sampai 10 Km per kWh. Artinya, kalau dipakai sekitar 60.000 Km atau empat tahun, cuma memakan biaya sekitar Rp 14 jutaan. Maka kalau ditotal antara biaya listrik dan servis J5 EV selama empat tahun, bisa sampai Rp 18.241.800. Kalau dibagi per tahunnya, cuma Rp 4,5 jutaan, per bulan jadi Rp 380.000, setara Rp 12.000-an per hari. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang