Kenaikan harga Pertamax Turbo (RON 98) membuat sebagian pemilik mobil mulai mempertimbangkan turun kelas bahan bakar. Namun, tidak semua kendaraan bisa melakukannya. Ada segmen mobil tertentu di Indonesia yang memang wajib menggunakan BBM beroktan tinggi karena spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan. Secara teknis, kebutuhan BBM tidak ditentukan sekadar dari ada tidaknya turbo, melainkan dari rasio kompresi mesin dan teknologi yang digunakan. Semakin tinggi kompresi, semakin tinggi pula kebutuhan oktan agar pembakaran tidak terjadi terlalu dini (detonasi). Berdasarkan panduan umum, mesin dengan rasio kompresi di atas 12:1 membutuhkan BBM RON 98 seperti Pertamax Turbo. Sementara kompresi 11:1–12:1 idealnya menggunakan RON 95, dan di bawah itu cukup RON 92. Honda berikan pembaruan pada sedan New Civic Turbo, Kamis (21/2/2019) Mobil yang Wajib Pakai Pertamax Turbo (RON 98) Segmen pertama adalah mobil dengan kompresi tinggi atau performa tinggi, baik turbo maupun non-turbo. Berikut ini daftarnya: Honda Civic RS Turbo (1.5L VTEC Turbo) Mazda CX-5 (Skyactiv, kompresi tinggi) BMW seri 3 / seri 5 (turbo + high compression) Mercedes-Benz C-Class / E-Class Mobil sport seperti Porsche, Ferrari, Lamborghini Ilustrasi Mercedes-Benz C-Class C 200 Mobil-mobil ini menggunakan teknologi direct injection, turbo, atau kompresi tinggi yang membuat tekanan di ruang bakar sangat besar. Jika menggunakan BBM dengan oktan rendah, pembakaran bisa terjadi sebelum waktunya. New BMW Seri 3 Touring “Supercharger atau turbocharger pakai RON 95 atau 98. Teknologi direct injection minimum RON 98,” ujar Tri Yuswidajajanto Zaenuri, Guru Besar ITB. Mobil Turbo Entry yang Masih Fleksibel Menariknya, tidak semua mobil turbo wajib RON 98. Beberapa model di Indonesia masih bisa menggunakan RON 92, tergantung setting mesin dari pabrikan. Contohnya: Toyota Raize 1.0 Turbo Daihatsu Rocky 1.0T Nissan Magnite Turbo Mobil ini memiliki kompresi relatif lebih rendah (sekitar 9–10:1), sehingga masih toleran terhadap BBM RON 92, meski performa optimal tetap di oktan lebih tinggi. Kenapa Mesin Modern Butuh RON Tinggi? Pada mesin modern, kebutuhan akan BBM beroktan tinggi tidak lepas dari perkembangan teknologi yang digunakan. Mesin dengan turbocharger, sistem direct injection, serta rasio kompresi tinggi bekerja dengan tekanan dan suhu yang jauh lebih besar di dalam ruang bakar. Menurut Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), kondisi tersebut membuat bahan bakar harus memiliki ketahanan terhadap detonasi yang baik agar pembakaran berlangsung normal. “Kalau RON bahan bakarnya tidak sesuai, bisa terjadi pembakaran dini atau knocking karena tekanan dan temperatur di ruang bakar mesin modern sudah tinggi,” kata Tri. Ia menjelaskan, knocking tidak hanya berdampak pada penurunan performa mesin, tetapi juga memengaruhi efisiensi bahan bakar. “Efeknya tenaga turun, konsumsi BBM jadi lebih boros, dan kalau terjadi terus-menerus bisa merusak komponen seperti piston,” ujar Tri. Dalam jangka panjang, penggunaan BBM dengan RON lebih rendah dari spesifikasi memang berisiko mempercepat keausan hingga kerusakan pada komponen internal mesin, terutama pada kendaraan dengan teknologi yang lebih maju. Diesel Beda Ukuran: Pakai Cetane Number Berbeda dengan mesin bensin, mesin diesel tidak menggunakan RON sebagai acuan, melainkan cetane number (CN). Angka ini menunjukkan seberapa cepat bahan bakar terbakar setelah diinjeksikan ke ruang bakar. “Pada mesin diesel, yang dilihat itu cetane number. Semakin tinggi nilainya, pembakaran lebih cepat dan lebih stabil, sehingga mesin bekerja lebih halus,” kata Tri. Pada mesin diesel modern yang sudah menggunakan sistem common rail, kebutuhan akan bahan bakar dengan cetane tinggi menjadi lebih penting karena tekanan injeksi sangat tinggi. “Kalau cetane terlalu rendah, pembakaran bisa terlambat dan tidak sempurna. Dampaknya mesin terasa kasar, performa turun, dan efisiensi juga tidak optimal,” ujar Tri. Karena itu, Dexlite dengan CN sekitar 51 masih bisa digunakan untuk kebutuhan harian. Namun, untuk menjaga performa dan kehalusan mesin tetap optimal, bahan bakar dengan cetane lebih tinggi seperti Pertamina Dex dinilai lebih ideal, terutama untuk kendaraan diesel modern. Beberapa mobil diesel di Indonesia yang akan lebih optimal jika menggunakan bahan bakar dengan cetane tinggi antara lain: Toyota Fortuner Diesel Mitsubishi Pajero Sport Isuzu MU-X Penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi ini penting, mengingat sistem injeksi pada mesin diesel modern bekerja dengan tekanan sangat tinggi dan membutuhkan kualitas pembakaran yang lebih presisi. Tidak semua mobil harus menggunakan Pertamax Turbo, tetapi ada kelompok kendaraan yang memang dirancang untuk BBM beroktan tinggi. Faktor penentunya ada pada rasio kompresi dan teknologi mesin. Menggunakan BBM di bawah spesifikasi bisa jadi terlihat hemat di awal, tetapi berisiko menurunkan performa hingga memicu kerusakan mesin dalam jangka panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang