Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax Turbo menjadi perhatian serius bagi konsumen otomotif di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada biaya operasional kendaraan yang cenderung meningkat seiring kenaikan harga BBM. Di sisi lain, situasi tersebut juga berpotensi memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli mobil baru. Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Operations Director PT HPM, mengatakan, faktor harga BBM memang ikut dipertimbangkan oleh calon pembeli mobil. Ilustrasi pabrik Honda di Malaysia. “Kenaikan harga bahan bakar memang menjadi salah satu faktor yang diperhatikan konsumen dalam mempertimbangkan pembelian kendaraan,” ucapnya kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2026). Namun demikian, Billy menegaskan bahwa teknologi mesin pada mobil Honda saat ini sudah cukup fleksibel dalam penggunaan bahan bakar. “Di sisi lain, produk Honda saat ini telah dirancang dengan teknologi mesin yang tetap dapat bekerja secara optimal menggunakan bahan bakar dengan RON 90 sampai RON 91,” ucapnya. Dengan demikian, konsumen tetap memiliki fleksibilitas dalam penggunaan bahan bakar tanpa harus bergantung pada jenis dengan oktan yang lebih tinggi. Lebih lanjut, Billy menyebut bahwa perusahaan akan terus mengikuti dinamika pasar dan kebutuhan konsumen. “Ke depan, kami akan terus memantau perkembangan ini dan menyesuaikan strategi agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen,” ucapnya. Dengan berbagai penyesuaian tersebut, kenaikan harga BBM seperti Pertamax Turbo diperkirakan tidak serta-merta menekan penjualan mobil. Namun, kondisi ini tetap menjadi faktor penting yang membentuk preferensi konsumen ke arah kendaraan yang lebih efisien dan fleksibel dalam penggunaan bahan bakar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang