Menjelang pergantian bulan dari Maret ke April, masyarakat Indonesia mulai diresahkan kenaikan harga BBM. Lantas, benarkah bahan bakar subsidi seperti Pertalite akan turut terdampak?Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan, setelah bulan Maret 2026 tak akan ada kenaikan harga BBM subsidi, baik Pertalite (RON 90) maupun Solar subsidi. "Info yang salah. (Setelah Maret 2026) tidak ada kenaikan BBM subsidi," demikian respons Laode saat dikonfirmasi, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (31/3).Harga BBM Pertalite mau naik besok? Foto: Andhika Prasetia/detikFotoSebagai catatan, kabar kenaikan harga BBM subsidi belakangan banyak beredar di media sosial maupun pesan instan. Menurut narasi yang beredar, Pertalite akan mengalami penyesuaian harga hingga Rp 14 ribu/liter dan Solar subsidi menjadi Rp 9.500/liter.Laode memastikan, hingga bulan depan, harga BBM subsidi di Indonesia tak akan mengalami kenaikan. Kabar yang beredar di media sosial bukan informasi resmi dari pemerintah."Harga (BBM subsidi setelah Maret 2026) tetap," tegasnya.Sejak konflik Timur Tengah memanas, harga minyak dunia mengalami kenaikan. Bahkan, negara-negara di Asia Tenggara sudah melakukan penyesuaian. Sementara Indonesia, sejauh ini, masih terkesan menahan diri.Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Foto: Heri Purnomo/detikcomMenteri ESDM, Bahlil Lahadalia buka suara soal kemungkinan harga BBM nonsubsidi naik per April 2026. Menurutnya, jika memang ada kenaikan, pemerintah mungkin tak akan membuat pengumuman. Sebab, angkanya mengikuti harga pasar."Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95 dan 98. Itu kan orang-orang yang mampu. Selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar monggo, tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka dan tidak ada tanggungan negara sama sekali," kata Bahlil.