PT Toyota-Astra Motor (TAM) bicara soal nasib insentif yang tak kunjung diumumkan pemerintah Indonesia. Toyota percaya pemerintah memiliki rencana terbaik buat industri otomotif. Soalnya, industri kendaraan bermotor ini memiliki dampak besar pada perekonomian Indonesia."Puji Tuhan kalau lihat IIMS (2026) ini, rame ya. Kita lihat sampai hari ini (Jumat) responsnya masih cukup bagus. Tapi tentunya industri itu kan stakeholder-nya banyak, ada pemerintah, ada industri, ada supplier. Nah kami percaya lah pemerintah pasti memikirkan yang terbaik, baik itu fiskal maupun non fiskal, supaya marketnya bisa tumbuh. Kalau market bertumbuh, industri bertumbuh. Industri otomotif itu multiplier effect-nya gede," ungkap Marketing Director TAM Jap Ernando Demily di arena IIMS 2026, JIExpo, Kemayoran, Jakarta (6/2). Ernando menilai, industri otomotif telah berinvestasi banyak di Indonesia, termasuk membangun pabrik dan membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan. Selain itu, industri ini juga memberi dampak luas ke sektor pekerjaan-pekerjaan lainnya."Toyota itu udah investasi lebih dari Rp 100 triliun (di Indonesia), ada lima pabrik, 350 ribu tenaga kerja yang ada di keseluruhan industri otomotif. Kita belum ngomong aspek financial services, leasing, dan sebagainya. Kita percaya pemerintah pasti bijaksana. Kita kan semangatnya sama, Indonesia pengin GDP tumbuh 8% dan saya yakin industri otomotif adalah salah satu industri yang bisa mendukung program pemerintah untuk growth GDP. Jadi kita harap pemerintah bisa buat keputusan terbaik," bilang Ernando.Sejauh ini memang belum ada tanda-tanda pemerintah memperpanjang insentif buat industri otomotif. Malahan ada kabar jika insentif untuk industri otomotif bakal dialihkan buat proyek mobil nasional.