Toyota Land Cruiser FJ dipersiapkan untuk memasuki pasar Asia Tenggara (ASEAN) pada 2026, menjadi salah satu model paling dinanti dari Toyota setelah debutnya di Japan Mobility Show 2025. SUV kompak bergaya retro ini tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga menjadi bagian strategi Toyota memperluas jangkauan produk di kawasan regional yang tumbuh kuat permintaannya. Toyota merancang Land Cruiser FJ sebagai SUV yang lebih kecil dan lebih lincah dibanding model Land Cruiser seri lain, namun tetap mempertahankan karakter off-road tangguh khas Toyota. Kendaraan ini dibangun di atas platform IMV yang sama seperti Toyota Hilux dan Fortuner, sehingga memiliki basis yang kuat untuk adaptasi di berbagai kondisi medan di ASEAN. Baca juga: SPK Toyota di IIMS Tembus 2 Ribu Lebih, Model Ini Masih yang Terlaris Land Cruiser FJ akan diproduksi massal di pabrik Toyota di Thailand, yang dijadikan basis produksi untuk memenuhi permintaan di kawasan Asia Tenggara dan ekspor ke negara lain di luar Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini menunjukkan komitmen Toyota dalam memanfaatkan fasilitas regional untuk memperkuat pangsa pasar di ASEAN. Menurut berbagai bocoran, Land Cruiser FJ akan diluncurkan di Thailand pada akhir Maret 2026, dengan fokus awal pada pasar regional seperti Filipina dan negara ASEAN lainnya. Model ini dilengkapi mesin bensin 2.7 liter dengan transmisi otomatis 6-percepatan serta sistem penggerak 4WD, serta posisi harga kemungkinan berada di antara Toyota Corolla Cross dan Toyota Fortuner. Baca juga: Toyota 86 Jadi Jagoan NMAA di Osaka Auto Messe 2026 Desainnya menggabungkan tampilan klasik dan modern, yang menghidupkan kembali semangat legendaris FJ Cruiser dengan karakter “Freedom & Joy” — kebebasan dan kesenangan berkendara di berbagai medan jalan. Meski belum ada konfirmasi resmi apakah Land Cruiser FJ akan dipasarkan di Indonesia, namun paten desain dari SUV ini sudah terdaftar di DJKI yang berarti kemungkinan besar akan dijual di Indonesia. Popularitasnya di Jepang dan Thailand serta basis produksi regional memberikan peluang kuat bahwa SUV ini bisa menjadi opsi menarik bagi konsumen ASEAN yang mencari kendaraan petualang bergaya retro dan kemampuan off-road handal.