Pathum ThaniProdusen ban asal Jepang, Bridgestone, memiliki standar pengujian yang ketat terhadap produk bannya sebelum dipasarkan. Ada beberapa proses pengujian ban untuk memenuhi standar regulasi dan keselamatan serta ketahanan dan keausan.Ban mobil memegang peran penting karena menjadi satu-satunya komponen yang kontak langsung dengan aspal. Makanya, komponen ini harus diproduksi dan diuji secara ketat.DetikOto mengunjungi salah satu lokasi pengujian ban di Bridgestone Asia Pasific Technical Center di Pathum Thani, Thailand. Di fasilitas ini, semua ban Bridgestone termasuk ban yang baru dikembangkan dan ban yang selesai diproduksi diuji dengan ketat. "Melalui fasilitas ini, Bridgestone memastikan setiap ban yang dikembangkan maupun diproduksi diuji secara menyeluruh dengan standar internasional. Komitmen kami adalah menghadirkan produk yang aman, tahan lama, dan efisien bagi konsumen di seluruh dunia," ujar Shinsuke Nakamura, Tire Development Director Bridgestone Asia Pasific (Thailand) Co.,LTD. saat ditemui di kantornya di Pathum Thani, Thailand.Bridgestone Asia Pasific Technical Center Foto: Dok. BridgestoneFasilitas ini dilengkapi ruang penyimpanan premium, kompresor udara, dan chiller. Terdapat sembilan mesin utama yang digunakan untuk menguji performa ban, mencakup dua kategori besar: regulasi dan keselamatan, serta ketahanan dan keausan.Mesin static stick depth menjadi salah satu sorotan. Mesin pengujian ban itu mampu mengukur kedalaman statis ban dari berbagai arah, dari vertikal, lateral, longitudinal, hingga torsional. Fasilitas ini bisa menguji semua ban baik untuk ban penumpang maupun truk/bus.Dalam pengujian ban di fasilitas ini, juga ada footprint test dan pinch hump test. Pengujian itu penting untuk menilai daya tahan ban terhadap kondisi jalan ekstrem, termasuk jalan berlubang yang umum ditemukan di Asia Tenggara.Bridgestone Asia Pasific Technical Center Foto: Dok. BridgestoneAda pula mesin Rolling Resistance Coefficient (RC), yang mengukur hambatan gulir ban terhadap drum. Nilai RC sangat krusial karena berhubungan langsung dengan efisiensi bahan bakar dan menjadi salah satu indikator wajib dalam sertifikasi ban di berbagai wilayah.Semua pengujian dilakukan sesuai standar ISO 28580, dengan laboratorium yang telah memperoleh akreditasi ISO 17025 untuk menjamin keakuratan dan kredibilitas hasil.