VIVA Otomotif: Mobil-mobil yang disiapkan untu KTT G20 India Awal tahun 2026 diperkirakan menjadi momen yang kurang ramah bagi calon pembeli mobil baru di India. Sejumlah pabrikan otomotif global telah mengonfirmasi rencana penyesuaian harga yang mulai berlaku per 1 Januari 2026. Kenaikan harga ini menandai kembalinya pola rutin awal tahun yang selama ini lazim terjadi di industri otomotif negeri Hindustan. Faktor pemicunya beragam, mulai dari kenaikan biaya bahan baku, ongkos logistik, hingga tekanan nilai tukar mata uang.Meski demikian, lonjakan harga kali ini dinilai relatif moderat dibandingkan periode sebelumnya. Apalagi, sepanjang 2025 sejumlah merek sempat menurunkan harga signifikan berkat penyesuaian pajak, sehingga efek kenaikan awal 2026 cenderung lebih terkendali. BMW juga memastikan akan melakukan revisi harga pada Januari 2026 setelah sebelumnya menaikkan harga pada September 2025. Kenaikan ini mencakup model rakitan lokal maupun impor utuh, dengan alasan tekanan biaya produksi dan logistik. Di segmen kendaraan listrik, BYD mengonfirmasi kenaikan harga untuk salah satu modelnya mulai awal Januari. Konsumen yang menyelesaikan pemesanan hingga akhir Desember 2025 masih berkesempatan mendapatkan harga lama. MG Motor turut menyesuaikan harga hingga dua persen untuk seluruh lini produknya. Beberapa mobil listrik diperkirakan mengalami kenaikan nominal puluhan juta rupiah jika dikonversikan ke mata uang Indonesia. Nissan mengumumkan kenaikan harga hingga tiga persen yang akan berlaku serentak di awal tahun. Meski begitu, harga model andalannya tetap dinilai kompetitif berkat koreksi harga yang cukup besar pada 2025.Honda juga mengonfirmasi akan menaikkan harga mobilnya mulai Januari 2026. Namun hingga kini, pabrikan asal Jepang tersebut belum membeberkan besaran maupun rincian per model.Renault melengkapi daftar merek yang menyesuaikan harga dengan kenaikan hingga dua persen. Model-model di segmen terjangkau diklaim tetap berada dalam kisaran harga yang relatif ramah bagi konsumen.