Cairan pendingin atau coolant memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil saat mobil digunakan. Pemilihan coolant tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemilik mobil jangan tergiur harga murah yang beredar di pasaran. Menurut Fendy, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN), distributor resmi radiator Koyorad di Indonesia, pengguna mobil sebaiknya lebih teliti ketika membeli coolant, karena ada beberapa produk dengan kualitas rendah yang dijual dengan harga sangat murah. Menurut dia, salah satu tanda coolant berkualitas buruk adalah dijual dengan harga yang jauh di bawah rata-rata harga pasaran. “Ciri-ciri coolant yang buruk biasanya dijual dengan harga sangat murah, sekitar Rp 20.000 sampai Rp 30.000 untuk kemasan 4 liter,” ujar Fendy kepada Kompas.com, Senin (9/3/2026). Harga yang terlalu rendah patut dicurigai karena kemungkinan cairan tersebut tidak memiliki komposisi yang sesuai untuk menjaga kinerja sistem pendingin mesin. Selain harga, pengguna juga perlu memperhatikan kandungan di dalam coolant sebelum membelinya. Fendy menyarankan untuk menghindari produk yang tidak memiliki kandungan glycol. Ilustrasi mengisi radiator mobil. “Hindari pemakaian coolant yang tidak mengandung glycol. Kandungan glycol pada radiator berfungsi untuk meningkatkan titik didih coolant sehingga tidak mudah mendidih dan menguap,” kata dia. Jika coolant mudah mendidih, kemampuan pendinginan mesin akan menurun dan berisiko membuat suhu mesin cepat meningkat saat mobil digunakan, terutama dalam perjalanan jauh atau kondisi lalu lintas padat. Karena itu, pemilik mobil disarankan memilih coolant yang memiliki spesifikasi jelas serta kandungan yang sesuai agar sistem pendingin bekerja optimal dan mesin tetap aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang