Mudik Lebaran menuntut kondisi kendaraan yang prima. Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah sistem pendingin mesin. Sistem pendingin memiliki peran penting untuk menjaga temperatur mesin tetap berada pada kondisi kerja yang ideal. Jika sistem ini tidak bekerja optimal, suhu mesin dapat meningkat secara signifikan dan memicu kondisi yang dikenal sebagai overheat. Aki GS Astra di mobil Peugeot Kepala Bengkel Astra Peugeot Cabang Cilandak, Roni Agung, mengatakan overheat dapat terjadi pada berbagai jenis kendaraan. Namun umumnya overheat terjadi saat mobil digunakan dalam perjalanan jauh, menghadapi kemacetan lalu lintas, atau saat suhu lingkungan cukup tinggi. Menurut Roni, pengemudi sebenarnya bisa mengenali tanda-tanda awal overheat melalui indikator yang muncul pada kendaraan. “Salah satu tanda paling umum adalah naiknya indikator suhu mesin pada panel instrumen,” kata Roni dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026). Ilustrasi cairan pendingin mesin “Jika jarum temperatur sudah mendekati batas maksimum atau muncul peringatan suhu mesin, sebaiknya pengemudi segera mengarahkan kendaraannya menepi dan tidak memaksakan kendaraan tetap berjalan. Cara ini sebagai langkah meminimalisasi kerusakan fatal,” katanya. Selain indikator suhu yang meningkat, gejala lain yang dapat muncul adalah keluarnya uap dari bagian kap mesin. Uap tersebut biasanya berasal dari cairan pendingin atau coolant yang mendidih akibat suhu mesin yang terlalu tinggi. Pengemudi juga bisa merasakan kinerja pendingin kabin atau AC yang tiba-tiba menjadi kurang dingin. Dalam beberapa kasus, performa mesin juga terasa menurun karena mesin bekerja dalam kondisi temperatur yang terlalu tinggi. Tabung resevoir Roni mengatakan, jika mendapati tanda-tanda tersebut, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menepikan kendaraan di tempat yang aman dan mematikan mesin agar lebih dingin. Namun, pengemudi tidak disarankan langsung membuka tutup radiator ketika mesin masih dalam kondisi panas. Tekanan pada sistem pendingin dapat menyebabkan cairan panas menyembur keluar dan berisiko menimbulkan cedera bagi orang di sekitarnya. Tunggu sekitar 15 hingga 30 menit hingga suhu mesin menurun. Setelah itu, pengemudi dapat memeriksa level cairan pendingin pada tangki penampang. Apabila cairan pendingin berkurang, coolant dapat ditambahkan hingga mencapai batas yang dianjurkan. “Jika setelah penambahan coolant suhu mesin kembali normal, kendaraan masih dapat dijalankan secara perlahan menuju bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Langkah ini penting dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada sistem pendingin, seperti selang radiator atau bagian radiator itu sendiri,” kata Roni. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang