Pemotor mengenakan jas hujan Jas hujan menjadi perlengkapan penting bagi pengendara motor maupun pejalan kaki, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Sayangnya, banyak pengguna mengeluhkan jas hujan yang cepat robek atau mengeluarkan bau tidak sedap akibat perawatan yang kurang tepat. Salah satu kunci utama merawat jas hujan agar awet adalah cara membersihkannya setelah digunakan, atau setiba di rumah usai melakukan perjalanan.Dikutip VIVA Otomotif dari Welovehonda, Minggu 21 Desember 2025, jas hujan sebaiknya selalu dicuci atau setidaknya dibilas dengan air bersih untuk menghilangkan lumpur, air kotor, dan sisa polusi yang menempel di permukaan. Saat mencuci, hindari penggunaan deterjen keras atau cairan pembersih berbahan kimia kuat. Bahan jas hujan umumnya terbuat dari PVC atau karet sintetis yang mudah rusak jika terkena zat kimia agresif dalam jangka panjang.Proses pengeringan juga tidak boleh sembarangan karena berpengaruh pada daya tahan material. Jas hujan sebaiknya diangin-anginkan di tempat teduh dan tidak langsung terkena sinar matahari agar bahan tidak cepat getas dan retak. Kebiasaan melipat jas hujan dalam kondisi masih basah merupakan kesalahan yang sering dilakukan. Kondisi lembap yang terperangkap di dalam lipatan dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab bau tidak sedap. Penyimpanan jas hujan juga perlu diperhatikan agar tidak mudah robek saat digunakan kembali. Simpan jas hujan dalam keadaan kering di tempat sejuk, serta hindari menindihnya dengan barang berat yang dapat merusak struktur bahan. Untuk menjaga elastisitas dan mencegah bau, jas hujan bisa sesekali dilap dengan kain bersih yang dibasahi air hangat. Perawatan sederhana namun rutin ini dapat membuat jas hujan tetap lentur, tidak lengket, dan nyaman digunakan dalam jangka waktu lama.