Kasus rem mobil yang tiba-tiba tidak berfungsi saat melintasi turunan panjang di pegunungan masih menjadi momok bagi pengemudi. Kondisi ini kerap diawali dengan munculnya bau menyengat dari roda, hingga pedal rem terasa tidak lagi pakem saat diinjak. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, fenomena ini berkaitan erat dengan suhu tinggi yang terjadi pada sistem pengereman akibat penggunaan berlebihan. "Rem mobil itu bekerja dengan mengubah energi kinetik menjadi energi panas. Saat dipakai terus-menerus di turunan, panasnya bisa berlebihan sampai sistem tidak lagi bekerja optimal," kata Lung Lung kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026). Ia menjelaskan, saat pengemudi terlalu sering menginjak pedal rem di jalan menurun, kampas dan piringan rem akan mengalami peningkatan suhu secara drastis. Jika suhu sudah melewati batas, kampas rem bisa terbakar, sementara piringan tidak lagi mampu melepaskan panas dengan baik. "Kalau sudah tercium bau, itu tanda kampas rem mulai terbakar. Kalau sampai blong, artinya piringan rem sudah terlalu panas dan tidak bisa bekerja maksimal lagi," ujar dia. Dalam kondisi tersebut, gaya gesek antara kampas dan piringan akan menurun sehingga daya cengkeram rem berkurang signifikan. Ilustrasi mengerem mobil. Akibatnya, mobil tetap melaju meski pedal rem sudah diinjak dalam-dalam. Lung Lung menyarankan pengemudi untuk tidak hanya mengandalkan rem saat melintasi turunan panjang. Penggunaan engine brake dengan memanfaatkan perpindahan gigi yang lebih rendah dinilai jauh lebih efektif untuk membantu memperlambat laju kendaraan. Selain itu, jika mulai tercium bau atau performa rem menurun, pengemudi disarankan segera menepi dan memberi waktu agar komponen rem mendingin. "Kalau sudah mulai bau, sebaiknya istirahat dulu. Jangan dipaksakan, karena ini menyangkut keselamatan," kata Lung Lung. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kondisi komponen rem selalu prima, mulai dari kampas, piringan, hingga minyak rem. Perawatan rutin, termasuk penggantian minyak rem secara berkala, dapat membantu menjaga performa pengereman tetap optimal. Dengan memahami cara kerja dan batas kemampuan sistem pengereman, risiko rem blong saat turun gunung sebenarnya bisa dicegah sejak awal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang