Mobil hybrid sering dianggap hanya cocok digunakan di dalam kota karena identik dengan efisiensi bahan bakar dan kemacetan lalu lintas. Rupanya, karakter jalan pegunungan yang dipenuhi tanjakan dan turunan justru bisa menjadi habitat ideal bagi teknologi hybrid bekerja secara maksimal. Jalur seperti Puncak, Dieng, atau kawasan pegunungan lainnya dinilai mampu memaksimalkan sistem regenerative braking yang menjadi salah satu keunggulan mobil hybrid. Kontur Jalan Saat mobil melaju menurun dan pengemudi melakukan deselerasi, energi yang biasanya terbuang justru diubah menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai. Indra, pemilik bengkel Quick Service, menjelaskan bahwa kondisi jalan naik-turun membuat suplai energi pada mobil hybrid terus terjaga tanpa perlu pengisian daya eksternal. Menurut dia, turunan pada jalur pegunungan bukan menjadi beban, melainkan sumber energi tambahan bagi kendaraan. “Karena memiliki dua sumber tenaga, sudah pasti bertenaga. Yang namanya pegunungan pasti ada turunan, tenaga ketika deselerasi dapat dimanfaatkan untuk mengisi battery,” ujar Indra kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2026). Sistem ini membuat motor listrik dan mesin bensin bisa saling mendukung saat mobil kembali menghadapi tanjakan. Torsi instan dari motor listrik juga membantu kendaraan berakselerasi lebih responsif dibanding mobil konvensional bermesin kecil yang hanya mengandalkan putaran mesin. Chery Tiggo Cross CSH Tak heran jika dalam beberapa kondisi, mobil hybrid justru terasa lebih efisien di jalur pegunungan dibanding perjalanan tol lurus dengan kecepatan konstan. Sebab, sistem hybrid bekerja optimal ketika terjadi siklus akselerasi dan deselerasi secara berulang. Gagal Menanjak Meski begitu, Indra mengingatkan bahwa ada kondisi tertentu yang bisa membuat mobil hybrid gagal menanjak, terutama di medan terjal. Namun, penyebabnya bukan karena tenaga mesin yang lemah, melainkan masalah traksi roda. “Pastikan ban tidak slip, karena TRC control akan aktif dan mengurangi power. Nah ini yang umumnya jadi sebab mobil hybrid gagal nanjak,” katanya. Saat roda kehilangan traksi di tanjakan curam atau permukaan licin, sistem Traction Control (TRC) akan membatasi tenaga untuk mencegah roda berputar liar. Akibatnya, mobil terasa tertahan dan gagal melanjutkan tanjakan. Karena itu, kondisi ban, grip permukaan jalan, hingga momentum kendaraan menjadi faktor penting saat membawa mobil hybrid ke daerah pegunungan. Jika traksi terjaga dengan baik, kombinasi mesin bensin dan motor listrik justru mampu memberikan performa yang optimal di medan naik-turun. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang