Pengalaman memiliki mobil keluarga tak selalu soal fitur atau spesifikasi di atas kertas. Hal ini juga dirasakan oleh Efdi Derian Dani (27), pemilik Toyota Veloz CVT lansiran 2022 asal Karawang, Jawa Barat. Saat ini, Efdi sudah empat tahun menggunakan Veloz model terakhir yang mengusung dapur pacu ICE (Internal Combustion Engine) untuk berbagai kebutuhan harian hingga perjalanan jauh. Salah satu keunggulan utama yang ia rasakan adalah efisiensi bahan bakar. Menurutnya, konsumsi BBM Veloz CVT tergolong irit baik di dalam kota maupun luar kota. Interior Toyota Veloz 2022 Dalam kondisi macet parah, mobil ini masih mampu mencatat konsumsi sekitar 12–13 km per liter, sementara saat lalu lintas lancar bisa mencapai 16–17 km per liter. Untuk rute tol atau kombinasi, angkanya bahkan bisa menyentuh 18 km per liter hingga di atas 22 km per liter. Ia bahkan mencatat rekor pribadi 27 km per liter untuk rute Bandung–Karawang, meski dalam kondisi lalu lintas tidak sepenuhnya lancar. Selain irit, kenyamanan berkendara juga menjadi nilai tambah. Efdi menilai posisi duduk mobil ini ergonomis dan terasa menyatu seperti sedan. Dengan tinggi badan 183 cm, ia mengaku tetap nyaman tanpa merasa tenggelam, sementara ruang kabin juga masih cukup lega untuk penumpang dengan postur rata-rata orang Indonesia. Dari sisi pengendalian, Veloz CVT juga memberikan kesan positif. Ia menyebut handling mobil ini tergolong “napak” untuk ukuran Low MPV. Body roll terasa minim di kecepatan rendah hingga menengah, sementara respons setir dinilai cukup cekatan untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan antarkota. Efdi Derian Dani (27), pemilik Toyota Veloz CVT lansiran 2022 asal Karawang, Jawa Barat. Namun, bukan berarti tanpa kekurangan. Efdi menyoroti kualitas material yang menurutnya masih perlu ditingkatkan. Ia mengaku menemukan bunyi getar (rattle) pada beberapa panel seperti dashboard dan door trim, bahkan sejak mobil masih baru. Selain itu, kekedapan kabin juga dinilai kurang optimal. Kekurangan lain ada pada performa transmisi CVT. Untuk penggunaan normal, akselerasi masih terasa cukup. Toyota Veloz Namun, saat menghadapi medan berat seperti tanjakan panjang, ia merasa tenaga mobil sulit keluar secara maksimal. Bahkan dengan mode manual atau power mode, performanya tetap bergantung pada momentum, dan terkadang sistem justru membatasi tenaga. Ia juga menyoroti desain bagian depan, khususnya approach angle yang kurang ideal. Bumper depan yang cukup panjang dan rendah membuatnya harus ekstra hati-hati saat melewati jalan tidak rata atau ketika “blusukan”, karena berisiko bergesekan dengan permukaan jalan. Dari sisi biaya kepemilikan, pajak tahunan Toyota Veloz CVT non-TSS miliknya di Karawang mencapai Rp 3.308.500, yang terdiri dari PKB Rp 1.928.000, opsen PKB Rp 1.272.500, dan SWDKLLJ Rp 108.000. Ilustrasi kabin belakang Toyota Veloz Untuk perawatan, servis rutin dilakukan di bengkel resmi dengan biaya sekitar Rp 1 jutaan per kunjungan, termasuk pembersihan AC, penggantian filter oli, dan kampas rem. Selama empat tahun pemakaian, belum ada penggantian komponen besar, hanya komponen fast moving sesuai buku manual. Ia juga pernah mengganti aki dengan biaya Rp 1,2 juta, atau sekitar Rp 900.000 jika tukar tambah. Secara keseluruhan, pengalaman Efdi menunjukkan bahwa Toyota Veloz CVT menawarkan kombinasi efisiensi, kenyamanan, dan handling yang baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh. Meski demikian, beberapa aspek seperti kualitas material dan performa di medan berat masih menjadi catatan bagi pengguna. Toyota Veloz 2022 Kesimpulan Kelebihan: irit bahan bakar, kenyamanan berkendara, handling stabil Kekurangan: kualitas material, transmisi CVT kurang responsif, ground clearance dan desain depan KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang