Lalu lintas di Jakarta Kemacetan kembali menjadi wajah keseharian Jakarta pada awal Januari 2026. Data lalu lintas terkini menunjukkan kepadatan mulai terasa sejak pagi hingga sore hari di berbagai ruas utama ibu kota. Berdasarkan pantauan VIVA Otomotif di Jakarta live traffic pada Selasa 6 Januari 2026, tingkat kemacetan tercatat berada di angka 46 persen. Angka ini lebih tinggi sekitar 7 persen dibandingkan kondisi normal di jam yang sama.Kecepatan rata-rata kendaraan di Jakarta juga mengalami penurunan. Saat data dicatat, laju kendaraan hanya berada di kisaran 23,4 km/jam, atau lebih lambat 13 km/jam dari kecepatan ideal. Tak hanya itu, waktu tempuh perjalanan per 10 kilometer ikut terdampak signifikan. Pengendara harus menghabiskan waktu sekitar 25 menit 40 detik, atau 11 menit lebih lama dari kondisi normal.Lonjakan kemacetan ini turut diperparah oleh banyaknya titik hambatan lalu lintas. Tercatat terdapat 74 titik kemacetan dengan total panjang mencapai 63,8 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Grafik kepadatan per jam menunjukkan pola yang cukup konsisten. Kepadatan mulai meningkat sejak pukul 06.00 WIB dan mencapai puncaknya pada rentang pukul 16.30 hingga 18.30 WIB. Pada jam-jam tersebut, tingkat kemacetan melonjak tajam seiring arus pulang kantor. Banyak ruas jalan protokol hingga akses tol dalam kota mengalami perlambatan ekstrem. Menariknya, kondisi lalu lintas cenderung lebih lengang setelah pukul 19.30 WIB. Pada jam ini, grafik kemacetan turun drastis dan kecepatan kendaraan mulai kembali stabil.Bagi pekerja kantoran, memilih waktu pulang menjadi kunci untuk menghindari stres di jalan. Pulang sebelum pukul 16.00 WIB atau menunggu hingga setelah pukul 19.30 WIB dinilai sebagai waktu paling ideal.Selain faktor jam pulang, volume kendaraan pribadi masih menjadi penyumbang utama kemacetan. Aktivitas sekolah, perkantoran, dan distribusi logistik yang kembali normal usai libur panjang turut memengaruhi kondisi ini.