Bau sisa makanan di kabin mobil tidak cukup hanya ditutupi dengan aroma, namun harus dihilangkan sumbernya. Beberapa metode penghilang bau di kabin mobil, seperti fogging, parfum dan sejenisnya sifatnya sebagai tambahan, bukan solusi utama. Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan bau sisa makanan di kabin mobil bisa sangat mengganggu dan sulit dihilangkan. “Sebisa mungkin selalu jaga kebersihan kabin, dengan langsung membersihkan sisa makanan di kabin, jangan dibiarkan terlalu lama,” ucap Dewa kepada KOMPAS.com, Selasa (30/12/2025). Terlebih lagi bau makanan yang sifatnya tajam, misal seperti durian, makanan basah, ikan, dan lainnya. Aroma sisa makanan bisa bertahan berhari-hari. “Cara menghilangkan bau yang paling utama adalah menghilangkan sumber baunya, setelah itu dibersihkan evaporator dan filternya,” ucap Dewa. Fogging bisa dilakukan dengan tujuan dapat membunuh jamur dan bakteri yang sudah berkembang di dalam kabin, seperti karpet, kok dan bagian interior lainnya. Bila semua langkah di atas sudah dilakukan, tapi bau masih ada. Menurut Dewa, perlu dilakukan langkah yang tidak umum, yakni dengan bantuan dupa aroma terapi. “Dupa bakar aroma terapi bisa menutupi bau yang sulit dihilangkan, tapi pastikan dibakar aman di tempat khusus, jangan sampai mobil ikut terbakar,” ucap Dewa. Bengkel spesialis AC Mobil Sentral AC di Bogor Cara mengaplikasikannya, dupa dibakar sekali sampai habis. Nyalakan AC mobil dengan kaca dan pintu tertutup. Tunggu sampai beberapa menit. “Setelah itu keluarkan asap dupa yang tersisa, buka jendela, seharusnya bila sumber bau sudah dibersihkan, bau sisa makanan bisa hilang,” ucap Dewa. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang