Dieseling pada mobil bensin merupakan kondisi ketika mesin masih tetap hidup sesaat setelah kunci kontak dimatikan. Biasanya ditandai dengan suara ngelitik, getaran, atau mesin tersendat sebelum benar-benar mati. Fenomena ini disebut dieseling karena cara kerjanya mirip mesin diesel. Pembakaran tetap terjadi tanpa percikan busi, melainkan akibat panas di dalam ruang bakar. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan normalnya pembakaran bakal berhenti ketika suplai listrik ke busi diputus. Namun, pada kondisi dieseling, panas sisa di ruang bakar memicu pembakaran sendiri. “Salah satu penyebab utama dieseling adalah adanya kerak karbon di ruang bakar. Kerak ini menyimpan panas dan bisa menjadi titik api yang memicu pembakaran,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Rabu (8/4/2026). Selain itu, mesin yang mengalami overheat juga berisiko mengalami dieseling. Suhu tinggi membuat campuran bahan bakar mudah terbakar tanpa bantuan busi. Dampak dieseling antara lain mesin mati tidak halus, komponen lebih cepat aus, dan efisiensi bahan bakar menurun. Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin parah. Ilustrasi mesin mobil overheating “Cara menghentikan mesin bensin yang mengalami dieseling adalah dengan menyumbat saluran udara masuk, tanpa oksigen proses pembakaran tak akan terjadi,” ucap Imun. Untuk mencegah masalah ini, perlu dilakukan pembersihan kerak karbon, penyetelan idle sesuai standar, serta memastikan sistem pendingin bekerja dengan baik. Dengan perawatan yang tepat, dieseling dapat dicegah. Pemeriksaan rutin dan penggunaan komponen sesuai spesifikasi sangat penting untuk menjaga mesin tetap sehat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang