Penggunaan jas hujan ponco saat berkendara sepeda motor kembali menjadi sorotan aparat kepolisian. Di tengah musim hujan, masih banyak pengendara yang memilih ponco karena praktis, meski risikonya dinilai jauh lebih besar dibanding jas hujan model setelan. Melalui akun resmi TMC Polda Metro Jaya, kepolisian mengingatkan bahwa penggunaan jas hujan ponco berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lain. Ponco yang lebar dinilai tidak dirancang untuk aktivitas berkendara, terutama sepeda motor. “Ini karena ponco bisa nyangkut di roda, menutupi lampu, atau malah bikin keseimbangan terganggu. Ini berisiko banget,” tulis TMC Polda Metro, Sabtu (24/1/2026). Lebih lanjut dijelaskan, bentuk ponco yang menjuntai ke bawah membuat pengendara rawan kehilangan kendali, terutama saat melaju di kecepatan tertentu atau ketika tertiup angin. Kondisi ini bisa berujung pada kecelakaan, baik tunggal maupun melibatkan kendaraan lain. “Ponco kan lebar, bikin pengendara hilang keseimbangan. Berpotensi tersangkut di rantai dan roda motor, terus dapat menutupi lampu bagian belakang, sehingga sangat membahayakan,” lanjut pernyataan tersebut. Menggunaan jas hujan model terpisah lebih aman untuk digunakan. Peringatan tersebut diperkuat oleh praktisi keselamatan berkendara. Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan bahwa jas hujan ponco memang tidak dirancang untuk kebutuhan riding sepeda motor. “Jas hujan ponco itu tidak dirancang untuk riding. Selain bisa tersangkut di roda atau rantai, bagian belakangnya juga bisa menutup lampu sein dan lampu rem, sehingga pengendara lain sulit membaca sinyal kita,” ujar Agus Sani. Menurut dia, risiko penggunaan ponco akan semakin besar ketika pengendara melintas di jalan basah atau menghadapi hembusan angin. Kondisi tersebut dapat mengganggu kestabilan motor dan mengurangi kendali pengendara. Sebagai alternatif yang lebih aman, Agus Sani menyarankan pengendara motor menggunakan jas hujan model setelan atau jas hujan khusus riding yang pas di badan. “Keselamatan harus tetap jadi prioritas, jangan hanya karena praktis lalu mengabaikan risiko,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang