Saat ini, memantau kondisi lalu lintas saat mudik Lebaran dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai aplikasi di ponsel. Beberapa aplikasi bahkan mampu menampilkan informasi kepadatan kendaraan secara real time di berbagai ruas jalan. Beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk memantau kemacetan di antaranya Google Maps, Waze, Travoy, dan Tol Kita. Masing-masing aplikasi memiliki fitur berbeda dalam menampilkan kondisi lalu lintas. Berikut penjelasan cara memantau kondisi jalan macet melalui beberapa aplikasi tersebut. Ilustrasi warna jalan di Google Maps untuk melihat kemacetan lalu lintas. (1) Jalan warna merah, (2) jalan warna hijau, dan (3) jalan warna kuning 1. Google Maps Aplikasi pertama yang cukup populer digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas adalah Google Maps. Aplikasi peta dan navigasi ini memiliki berbagai fitur lengkap, salah satunya informasi kondisi lalu lintas di berbagai ruas jalan. Google Maps menampilkan kondisi lalu lintas melalui indikator warna pada peta. Jalan berwarna merah menunjukkan kondisi lalu lintas macet, warna kuning menandakan lalu lintas cukup padat namun masih bergerak, sedangkan warna hijau menunjukkan kondisi jalan lancar. Untuk melihat kondisi kemacetan di Google Maps, pengguna cukup membuka aplikasi di ponsel. Setelah itu, klik ikon persegi kecil pada tampilan peta lalu pilih opsi peta “Lalu Lintas”. Setelah diaktifkan, peta akan menampilkan informasi kepadatan kendaraan secara langsung. 2. Waze Ilustrasi Waze. Cara cek tarif tol secara online lewat aplikasi Waze. Cara cek tarif tol lewat Waze. Selain Google Maps, aplikasi navigasi Waze juga dapat digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas. Aplikasi ini menyediakan fitur peta, navigasi, serta informasi kepadatan kendaraan di jalan. Pada Waze, kondisi lalu lintas juga ditampilkan menggunakan indikator warna. Jalan berwarna merah menunjukkan kemacetan, warna kuning menandakan lalu lintas cukup padat, sedangkan warna abu-abu menunjukkan kondisi lalu lintas yang relatif lancar. Untuk mengetahui kondisi jalan melalui Waze, pengguna cukup membuka aplikasi di ponsel. Setelah itu, sistem akan secara otomatis menampilkan informasi lalu lintas terkini di jalur yang akan dilalui. 3. Travoy Ilustrasi aplikasi Travoy. Aplikasi berikutnya adalah Travoy, yang dikembangkan oleh Jasa Marga. Berbeda dengan Google Maps dan Waze, Travoy tidak memiliki fitur navigasi atau penunjuk arah. Meski demikian, Travoy menyediakan fitur pemantauan kondisi lalu lintas di jalan tol melalui siaran kamera CCTV secara langsung. Dengan fitur ini, pengguna dapat melihat situasi jalan tol secara real time. Untuk melihat kondisi lalu lintas di Travoy, pengguna dapat memilih menu “Maps” di halaman utama aplikasi. Setelah peta terbuka, klik ikon kamera CCTV pada ruas jalan tol yang ingin dipantau untuk melihat kondisi lalu lintas secara langsung. 4. Tol Kita Ilustrasi cara melihat kemacetan lewat siaran CCTV di jalan tol via aplikasi Tol Kita. Aplikasi lain yang juga dapat digunakan untuk memantau kemacetan di jalan tol adalah Tol Kita. Aplikasi ini dikembangkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Fitur yang tersedia di Tol Kita mirip dengan Travoy, yakni menyediakan akses untuk memantau kondisi lalu lintas melalui kamera CCTV di sejumlah ruas jalan tol. Cara menggunakannya cukup mudah. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi lalu memilih menu “CCTV” pada halaman utama. Setelah itu, peta dengan ikon kamera akan muncul. Pilih ikon CCTV pada ruas jalan tol yang ingin dipantau untuk melihat kondisi lalu lintas terkini. Dengan memanfaatkan berbagai aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time sehingga perjalanan menjadi lebih lancar dan terhindar dari kemacetan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang