Berkendara menggunakan motor matik di jalur menanjak memang memerlukan teknik khusus agar tetap aman dan kendaraan tidak cepat mengalami penurunan performa. Tanpa persiapan yang tepat, risiko kehilangan tenaga hingga gagal menanjak bisa terjadi, terutama saat membawa beban berat atau melintasi rute pegunungan. Head Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, menegaskan pentingnya persiapan matang sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama jika rute yang dilalui memiliki tanjakan curam. Pengendara disarankan memahami karakter medan sejak awal agar dapat menyesuaikan teknik berkendara dan kesiapan kendaraan. Tanjakan yang kerap terjadi insiden truk atau mobil gagal melaju, Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Kota Depok, Minggu (18/1/2026). "Kalau mau bepergain jauh, sebelumnya pengendara harus mengetahui terlebih dahulu medan yang akan dilalui, diperlukan juga tentang persiapan kendaraan yang akan digunakan," ucap Agus kepada Kompas.com belum lama ini. Selain memahami rute, kondisi kendaraan wajib dipastikan dalam keadaan optimal sebelum berangkat. Servis berkala menjadi langkah penting untuk menjaga performa mesin tetap prima. Pada motor matik, komponen seperti v-belt perlu mendapat perhatian khusus karena berperan besar dalam penyaluran tenaga. Saat menghadapi tanjakan, pengendara dianjurkan mengambil ancang-ancang dengan jarak yang cukup agar momentum tetap terjaga. Kecepatan awal yang stabil membantu mesin bekerja lebih efektif saat mulai menanjak. "Pada saat di tanjakan jangan langsung buka gas secara penuh, pastikan untuk membuka gas secara perlahan agar torsi mesin dapat maksimal. Karena kerja v-belt pada motor matik tidak seperti gear pada kendaraan manual," kata Agus. Dalam kondisi lalu lintas yang sepi, teknik zig-zag bisa menjadi alternatif untuk mengurangi beban kerja mesin saat menanjak. Posisi berkendara yang sedikit menyamping membuat sudut tanjakan terasa lebih landai sehingga kendaraan tidak dipaksa bekerja terlalu berat. "Jika berjalan secara zig-zag masih belum bisa dan mesin kendaraan sudah tidak kuat lagi, kurangi beban kendaraan. Entah mengurangi beban bawaan atau penumpang yang turun," ucap Agus. Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa berkendara di jalur menanjak, khususnya di kawasan pegunungan, membutuhkan kesiapan menyeluruh. Tidak hanya kondisi kendaraan, tetapi juga mental dan keterampilan pengendara harus benar-benar dipersiapkan agar perjalanan tetap aman dan lancar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang