Oli mesin yang sudah jelek bisa menyebabkan overheating. Maka dari itu, disarankan sebelum perjalanan jauh menggunakan mobil pribadi wajib ganti oli. Dengan demikian, oli dalam kondisi prima dan mampu menunjang sistem pendinginan. Efeknya komponen mobil dapat bekerja dengan optimal dan awet. Kebanyakan orang berpikir, oli hanya sebagai pelumas, namun sebenarnya berkaitan dengan suhu komponen mesin saat bekerja. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan oli yang sudah jelek karena oksidasi, encer, terkontaminasi bensin atau air akan kehilangan viskositasnya. “Di mesin mobil, pelumasan mengandalkan lapisan oli setebal mikron, berada di antara dua logam sebagai contoh pada poros, bearing, piston dan silinder,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (11/12/2025). Bila viskositas oli turun, maka lapisan oli tidak mampu mengambangkan poros dengan bearing atau bantalan, sehingga logam mulai bersentuhan langsung meningkatkan gaya gesek. Ilustrasi memeriksa oli mesin mobil “Gaya gesek yang berlebihan ini secara akumulatif akan menaikkan suhu komponen, akibatnya panas langsung meningkat, ada risiko overheating di sini,” ucap Imun. Selain pelumas, oli juga bertindak sebagai cairan pendingin selain coolant. Artinya, oli juga berperan menyerap panas dari piston, ring, camshaft, bearing. “Oli akan didinginkan di area water jacket, di blok mesin, panas ini diserap oleh coolant, dan membawanya ke radiator untuk didinginkan, bila oli sudah tua dan terdegradasi, kemampuannya menahan panas menurun,” ucap Imun. Ilustrasi ganti oli transmisi "Oli yang jelek lebih cepat menghasilkan sludge dan varnish, sehingga dapat menutup jalur oli kecil, menyumbat filter dan bisa menghambat oli naik ke kepala silinder, artinya akan ada area kekurangan pelumasan,” ucap Imun. Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL) Brahma Putra Mahayana mengatakan kualitas oli bisa diketahui dari melihat nilai API Service-nya, semakin tinggi kualitasnya maka kemampuan oli dalam melindungi mesin semakin baik. “Semakin berkualitas oli, semakin baik dalam dalam menunjang performa mesin, seperti efisiensi BBM dan tenaga, termasuk menjaga suhu kerja idealnya” ucap Brahma kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Pertamina Lubricants luncurkan oli mesin terbaru Fastron Diesel 5W-30 di GIIAS 2025 Brahma mengatakan, ketahanan oli mesin terhadap panas bisa dikontrol oleh jenis base oil tertentu seperti ester dan sejenisnya. Sedangkan kekentalan oli berkaitan dengan kemampuan oli dalam melindungi mesin dalam rentah suhu tertentu. Oli modern mengandung additive yang berperan sebagai pengurang gesekan, mencegah kotoran menempel, menjaga partikel tetap tersuspensi dan mencegah oli mengental dan akhirnya menguap. Jika additive sudah habis atau rusak, gesekan antar komponen meningkat, pembakaran residu bertambah, oli lebih mudah menguap. “Gesekan yang meningkat maka panas yang dihasilkan lebih besar daripada sistem pelumasan normal,” ucap Brahma. Jadi, mengganti oli sebelum perjalanan jauh menjadi sangat penting, terutama yang sudah mendekati waktu atau intervalnya. Dengan demikian overheating bisa dicegah dan komponen mesin tetap terlindung. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang