Jok mobil berbahan kulit memang identik dengan kesan mewah dan nyaman. Namun di balik tampilannya yang elegan, material ini ternyata punya musuh yang sering dianggap sepele oleh pemilik mobil. Salah satunya adalah susu. Andrew Shandy, Marketing sekaligus Kepala Produksi Masterpiece Auto Interior, mengatakan bahwa cairan manis seperti susu bisa menimbulkan masalah jika mengenai jok kulit, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun. "Susu, entah susu dari tumpahan ASI atau susu kemasan itu biasanya musuh utama. Pertama semu pasti langsung dateng, karena dari pada dasarnya susu itu kan berbau, dan manis, Itu semut udah pasti cepat datang," ujar Shandy, belum lama ini kepada Kompas.com. Menurut dia, masalahnya bukan hanya pada tumpahan besar. Cipratan kecil yang tidak segera dibersihkan pun bisa menimbulkan efek yang sama. Langkah pertama usap menggunakan plas chamois "Kalau ada cipratan susu gitu buru-buru di lap. Setidaknya di dalam mobil sediakan tisu basah, tisu kering, dan lap," kata dia. Secara karakter, jok kulit memang memiliki pori-pori yang dapat menyerap cairan. Jika dibiarkan, maka sisa susu bisa menimbulkan bau tak sedap, bahkan memicu munculnya jamur dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, aroma manis yang tertinggal juga bisa mengundang serangga seperti semut untuk masuk ke dalam kabin. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan, terutama saat mobil digunakan sehari-hari. Karena itu, pemilik mobil disarankan untuk selalu sigap membersihkan jok jika terkena cairan, terutama yang bersifat manis. Menyediakan perlengkapan sederhana seperti tisu basah dan tisu kering di dalam mobil bisa menjadi langkah awal pencegahan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang