Penggunaan oli palsu pada mobil tidak hanya berdampak pada penurunan performa mesin, tetapi juga bisa memicu kerusakan serius pada komponen internal. Karena itu, pemilik kendaraan disarankan lebih teliti saat membeli pelumas agar tidak tergiur harga murah. Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, mengatakan konsumen harus ekstra hati-hati dalam memilih pelumas untuk kendaraannya. "Sekali salah pakai oli palsu, efeknya bisa merusak komponen internal mesin, mulai dari haus dini hingga overheat, dan perbaikannya bisa sangat mahal," kata Lung Lung kepada Kompas.com, belum lama ini. Ilustrasi oli palsu. Menurut Lung Lung, oli palsu umumnya tidak memiliki kandungan aditif dan perlindungan yang memadai untuk menjaga suhu kerja serta mengurangi gesekan antarkomponen mesin. Akibatnya, mesin menjadi lebih cepat mengalami keausan, performanya menurun, hingga berpotensi mengalami kerusakan permanen apabila terus digunakan. “Yang paling sering kami temui di bengkel adalah suara mesin kasar, konsumsi bahan bakar boros, dan munculnya endapan lumpur hitam di dalam mesin akibat pelumas palsu,” ucapnya. Produk yang kerap dipalsukan bukan hanya oli mesin. Cairan lain seperti oli transmisi, oli gardan, hingga radiator coolant juga memiliki risiko dipalsukan. Bahkan, menurutnya, ada produk palsu yang hanya berisi cairan biasa dengan tambahan pewarna agar tampilannya menyerupai produk asli. Karena itu, Lung Lung menyarankan masyarakat membeli oli maupun cairan kendaraan hanya di toko tepercaya, distributor resmi, atau bengkel resmi agar keaslian produk lebih terjamin. Selain itu, konsumen juga disarankan memilih merek pelumas yang telah memiliki standar mutu jelas serta didukung layanan garansi purna jual. “Lebih baik bayar sedikit lebih mahal untuk produk asli, daripada harus keluar uang banyak untuk bongkar mesin karena kerusakan akibat pelumas palsu,” ucapnya.