Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menilai industri otomotif domestik masih membutuhkan stimulus jangka panjang untuk mendorong pemulihan ekonomi. Menurutnya, kebijakan yang dibutuhkan bukan sekadar insentif sesaat, melainkan stimulus yang memiliki daya ungkit berkelanjutan. Sebab tantangan industri otomotif saat ini turut dipengaruhi tekanan ekonomi makro, di mana ruang fiskal pemerintah semakin terbatas akibat besarnya cicilan utang, penurunan penerimaan pajak hingga 30 persen, serta defisit anggaran yang mendekati 3 persen. Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam “Intinya, berharap disposal insentif itu tidak mungkin. Disposal insentif itu artinya dikasih insentif, dipakai, habis itu hilang. Yang kita butuhkan adalah insentif yang mempunyai daya ungkit ekonomi, sehingga berubah menjadi stimulus,” ujarnya dalam Media Workshop di Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/1/2026). Selain itu, Bob menekankan pentingnya pemberian insentif yang menyasar masyarakat kelas menengah. Menurutnya, peningkatan konsumsi di segmen tersebut dapat menciptakan efek berantai yang lebih besar bagi perekonomian nasional. “Sebagai contoh, memberikan insentif untuk kelas menengah tidak populer. Yang populer memberi insentif untuk kelas bawah seperti bansos. Tapi itu disposal consumption yang sekali pakai. Nah kita butuh multiplier effect consumption yang biasanya ada di kelas menengah,” kata Bob. Booth Toyota di IIMS 2024 Ia juga menyinggung kebijakan serupa yang diterapkan di sejumlah negara untuk menjaga daya beli dan keberlanjutan pasar otomotif. Vietnam, misalnya, menurunkan pajak, sementara Malaysia memberikan stimulus khusus bagi masyarakat yang membeli mobil pertama. “Begitu juga Malaysia memberikan stimulus untuk pembeli kendaraan pertama. Jadi kalau pembeli pertama itu wajar dikasih stimulus karena dia stage of life. Jadi, dia punya kendaraan itu tidak dianggap barang mewah,” jelas Bob. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang