Teknologi keselamatan kendaraan terus berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingkat perlindungan yang diterima perempuan saat terjadi kecelakaan masih belum setara dengan laki-laki. 60 Persen Lebih Berisiko Mengutip Carscoops, Selasa (1/6/2026), berdasarkan studi yang dilakukan Graz University of Technology (TU Graz), perempuan memiliki risiko mengalami cedera hingga 60 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki saat terlibat kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan studi yang dilakukan Graz University of Technology (TU Graz), perempuan memiliki risiko mengalami cedera hingga 60 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki saat terlibat kecelakaan lalu lintas. Padahal, dalam banyak kasus, kecelakaan yang dialami perempuan terjadi pada kecepatan yang lebih rendah. Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis data kecelakaan di Austria sepanjang 2012 hingga 2024. Para peneliti kemudian merekonstruksi berbagai kasus kecelakaan menggunakan uji tabrak serta model manusia virtual untuk mengetahui pola cedera yang terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan mengalami cedera serius pada bagian dada, tulang belakang, lengan, hingga kaki. Risiko tersebut bahkan lebih tinggi pada perempuan berusia lanjut. Peneliti menilai salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah standar keselamatan kendaraan yang selama ini lebih banyak mengacu pada karakteristik tubuh laki-laki. berdasarkan studi yang dilakukan Graz University of Technology (TU Graz), perempuan memiliki risiko mengalami cedera hingga 60 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki saat terlibat kecelakaan lalu lintas. Boneka Uji Tabrak Bahkan, boneka uji tabrak perempuan yang digunakan industri otomotif selama bertahun-tahun pada dasarnya hanya merupakan versi lebih kecil dari boneka laki-laki. Padahal, penelitian tersebut menyebutkan bahwa sekitar 95 persen perempuan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan boneka referensi tersebut. Kondisi ini mulai mendapat perhatian. Pada 2025, pemerintah Amerika Serikat secara resmi memperkenalkan boneka uji tabrak perempuan terbaru bernama THOR-05F. Model ini dikembangkan berdasarkan anatomi perempuan yang lebih realistis dan dilengkapi berbagai sensor canggih untuk mengukur respons tubuh saat terjadi benturan. Peneliti TU Graz mengatakan bahwa perempuan tidak bisa hanya dianggap sebagai versi lebih kecil dari laki-laki. Perbedaan struktur panggul, bentuk dada, geometri bahu, hingga pergerakan tulang belakang dapat memengaruhi tingkat cedera saat kecelakaan. Selain itu, posisi duduk juga menjadi faktor yang turut berpengaruh terhadap tingkat keselamatan. Penumpang Kursi Depan Penumpang di kursi depan umumnya memiliki kecenderungan duduk lebih santai atau memundurkan posisi kursi lebih jauh dibandingkan pengemudi. Kondisi tersebut dapat mengurangi efektivitas kerja sabuk pengaman maupun airbag saat terjadi kecelakaan. Perempuan juga tercatat lebih sering menempati kursi penumpang depan dibandingkan laki-laki, sehingga risiko cedera akibat posisi duduk tersebut menjadi lebih besar. Sejumlah pabrikan mulai merespons temuan ini dengan menghadirkan teknologi keselamatan yang lebih adaptif. Salah satunya Volvo melalui model EX60 yang dibekali sistem sabuk pengaman multi-adaptif. Teknologi tersebut mampu mendeteksi ukuran tubuh, posisi duduk, postur penumpang, hingga tingkat keparahan benturan secara real time. Data tersebut kemudian digunakan untuk menyesuaikan gaya pengencangan sabuk pengaman agar perlindungan yang diberikan lebih optimal. Teknologi ini dinilai menjadi langkah maju dibandingkan sabuk pengaman konvensional yang hanya mengandalkan beberapa pengaturan tetap. Dengan hadirnya metode uji tabrak yang lebih representatif serta sistem keselamatan yang semakin canggih, perlindungan bagi seluruh pengguna kendaraan diharapkan bisa menjadi lebih merata, termasuk bagi perempuan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang