Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas erupsi yang signifikan. Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh dan dentuman. Abu vulkanik yang terbawa angin mulai mencapai sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten. Abu vulkanik juga dilaporkan terdeteksi hingga wilayah Depok dan Kota Bogor, Jawa Barat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor yang harus beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik. Kabut asap yang disebabkan karhutla mulai menyelimuti sebagian Kota Banjarbaru, Kalsel, Senin (20/7/2026). Bukan Cuma Pernapasan Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material tersebut dapat mengganggu kesehatan, sekaligus memengaruhi keselamatan berkendara. Pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, pengendara sepeda motor perlu lebih waspada saat terjadi hujan abu vulkanik. "Pengaruhnya terhadap kesehatan antara lain ISPA dan gangguan pada mata. Cara efektif atau mitigasi untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan adalah menggunakan masker dan goggle (kacamata)," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026). Bagi pengendara sepeda motor, perlindungan mata menjadi semakin penting karena wajah berhadapan langsung dengan aliran udara selama berkendara. Jusri mengatakan, masker yang digunakan juga perlu diperhatikan. Menurut dia, masker sebaiknya memiliki kemampuan menyaring partikel debu. Debu abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/9/2026). "Masker yang paling tepat bukan sekadar masker kesehatan, tetapi masker yang bisa menyaring partikel debu," ujarnya. Helm Full Face Selain masker dan pelindung mata, penggunaan helm juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko saat berkendara di tengah paparan abu vulkanik. Helm full face dengan visor yang masih baik dan dapat tertutup rapat memberikan perlindungan lebih menyeluruh dibandingkan helm half face ketika pengendara harus melewati wilayah yang dipenuhi abu vulkanik. Meski demikian, helm full face bukan pengganti masker. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Masker berfungsi mengurangi paparan abu ke saluran pernapasan, sedangkan visor atau pelindung mata membantu melindungi mata dari paparan langsung abu vulkanik. Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) dini hari "Helm full face sudah pasti. Helm merupakan salah satu bagian untuk mengurangi risiko cedera dalam kecelakaan. Tapi kalau helm full face tidak ada google atau shield, percuma," katanya.