Kasus motor menabrak pintu mobil bukan hal baru. Namun, kejadian serupa masih kerap terjadi di jalan raya dan menimbulkan risiko cedera serius bagi pengendara roda dua. Oleh karena itu, kesadaran dan kehati-hatian para penumpang dan pengemudi saat membuka pintu mobil menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Menanggapi persoalan tersebut, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menekankan pentingnya memahami situasi sekitar sebelum bertindak. “Ini menurut saya masalah kecerdasan dalam berlalu lintas. Saat kita berada di jalan, kita tidak sendiri, ada pengguna jalan lain. Mereka bisa datang dari depan, dari samping, maupun dari belakang," kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2026). Jusri menjelaskan, kendaraan yang datang dari depan relatif mudah terlihat. Namun kondisi berbeda terjadi pada kendaraan yang melaju dari belakang. “Kalau dari depan tentu mudah terlihat. Tapi kalau dari belakang bagaimana? Ya harus memastikan dulu situasi di belakang aman, baru membuka pintu," katanya. Ilustrasi buka pintu mobil "Masalahnya, ada sebagian masyarakat yang membuka pintu sembarangan, seolah-olah jalan itu milik pribadi," kata Jusri. "Bahkan ada kasus di suatu daerah, ketika seseorang membuka pintu lalu tertabrak dari belakang, justru pengendara dari belakang yang disalahkan," ujarnya. Jusri mengatakan, saat keluar dari mobil sebaiknya tidak gegabah membuka pintu. Pastikan kondisi dari samping dan belakang aman dari pengendara roda dua atau pejalan kaki. "Padahal saat berhenti dan hendak keluar kendaraan, pengemudi harus berpikir apakah lokasi berhentinya sudah aman atau belum," kata Jusri. "Ketika ingin membuka pintu pun harus dipastikan dulu keamanannya. Artinya, kita wajib mengecek kondisi sekitar dan memastikan semuanya benar-benar aman,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang