Peugeot 206 masih menjadi salah satu hatchback Eropa bekas yang cukup diminati, terutama bagi pencari mobil dengan desain khas dan harga yang relatif terjangkau. Namun, sebelum meminang unit bekasnya, calon pembeli disarankan tidak hanya fokus pada kondisi mesin dan bodi. Hadi Taruna, pemilik bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, mengatakan salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan pada Peugeot 206 justru ada pada sistem elektroniknya. Menurut Hatar, panggilannya, meski usia mobil sudah tidak muda dan teknologi mesinnya tergolong lawas, sistem manajemen kendaraan masih cukup modern. Bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, “Harus dilihat elektroniknya, karena kan mesinnya tua tapi sebetulnya secara sistemnya itu managemennya udah tergolong, sudah oke sudah modern,” kata Hatar kepada Kompas.com di Bintaro, Jumat (12/6/2026). “Karena sudah pakai yang namanya immobilizer ya. ECU-nya ada immobilizer. Jadi di ECU-nya, ada namanya BSI, jadi Built-In System Interface. Itu immobilizer buat fitur,” ujar Hatar. Kipas Selain itu, sistem pendingin juga perlu mendapat perhatian khusus. Hatar menyarankan pembeli memastikan kipas pendingin bekerja secara maksimal. “Nah itu, terus juga sistem kipasnya elektroniknya. Apakah sistem kipasnya masih standar,” kata dia. Menurut Hatar, ada cara sederhana untuk mengecek apakah sistem kipas masih normal atau sudah mengalami modifikasi. Bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, “Kalau standar harus dicek. Misalkan kalau standar itu sistem fan-nya, kalau enggak pakai AC, kipas itu harus nyala di temperatur 95 derajat, low speed gitu kan,” ujarnya. Ia menambahkan, bila kipas langsung bekerja pada putaran tinggi sejak awal, ada kemungkinan sistem sudah mengalami perubahan. “Nah kalau misalkan itu, kalau misalkan dia dinyalain udah langsung high speed, artinya wah ini udah ada jumper-jumper nih sistem cooling fan-nya,” kata Hatar. “Terus juga kalau misalkan dia pakai AC gitu kan, kalau pakai AC kan dia langsung nyala low speed. High speed-nya itu kalau tekanannya mencapai 250 PSI, kayak gitu,” katanya. “Nah kalau misalkan pakai AC juga langsung nyala semua, high speed sama itunya, artinya juga udah ubah,” lanjut dia. Peugeot 206 Meski demikian, Hatar menegaskan modifikasi bukan sesuatu yang salah selama dilakukan sesuai prosedur. “Ya mengubah sih boleh. Kita juga sering mengubah, tapi harus sesuai dengan skema diagramnya. Jangan asal jumper aja, kayak gitu,” katanya. Mesin Selain elektronik, kondisi mesin tetap wajib diperiksa seperti saat membeli mobil bekas pada umumnya. “Kalau 206, kalau mesin itu pada umumnya sama, seperti pada umumnya kalau kita milih mobil gitu,” ujar Hatar. Menurut dia, mesin Peugeot 206 masih menggunakan teknologi yang sederhana sehingga pengecekan dapat dilakukan secara visual dan saat mesin bekerja. Peugeot 206 “Malah 206 tuh kan mesinnya masih tergolong oldest teknologinya. Kan dia masih pakai pelatuk ya, masih pakai setelan klep. Jadi kayak mobil zaman dulu gitu kan,” katanya. Ia menyarankan calon pembeli mengecek apakah ada kebocoran oli, suara mesin yang tidak normal, hingga respons saat pedal gas diinjak. “Lihat ada kebocoran oli gitu kan, suara mesin, suara metal gitu kan. Apakah kalau digas itu dia ada suara kasar seperti itu,” ujar Hatar. Selain itu, perhatikan juga kondisi fisik mesin karena blok mesin Peugeot 206 berbahan aluminium. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang