Tren mobil retro yang sempat menguat dalam beberapa waktu terakhir turut mengangkat kembali pamor Peugeot, terutama di kalangan anak muda. Model-model lawas dari era 1980-an hingga 1990-an seperti Peugeot 306, 405, dan 406 kembali mendapat perhatian. Selain desain yang dianggap tetap menarik hingga sekarang, harga yang relatif terjangkau juga menjadi salah satu daya tarik. Hadi Taruna, pemilik bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, menilai meningkatnya minat terhadap Peugeot tidak lepas dari tren mobil klasik dan retro yang sedang berkembang. Ilustrasi Peugeot 406 “Gairahnya kemarin lagi tinggi mengenai mobil-mobil retro, 90’s, 80’s gitu kan,” kata Hadi, yang akrab disapa Hatar, kepada Kompas.com di Bintaro, Jumat (12/6/2026). Anggota Peugeot 306 Community itu mengatakan, antusiasme terhadap mobil era tersebut membuat banyak orang mulai mencari model yang memiliki desain khas, tetapi tetap realistis untuk dimiliki. Menurut Hatar, sejumlah model Peugeot lawas mulai banyak dibicarakan karena menawarkan kombinasi desain Eropa dan harga yang masih relatif terjangkau. “Mungkin karena lagi ramai di sana gitu kan, lagi ramai-ramainya di sana mungkin ya, apa namanya, itu tergerak kali ya melihat mobil-mobil Peugeot yang 90’an seperti 405, 306 gitu kan,” ujar Hatar. “Terus yang ramai 306, 405 deh, 406 gitu kan. Nah itu harganya terjangkau seperti itu,” kata dia. Modifikasi Peugeot 306 Daya Tarik Selain faktor harga, desain juga menjadi alasan mengapa Peugeot lawas masih dilirik. Model-model seperti Peugeot 405, 406, dan 306 dinilai memiliki karakter yang tetap relevan meski usianya tidak lagi muda. “Tampang keren, harganya terjangkau,” ujar Hatar. “Tampangnya keren, maksudnya kayak 405 kan retro banget tuh, mobilnya timeless gitu kan. Dimodifikasi juga bagus gitu kan, terus kayak apa namanya, 406 gitu kan, 306 seperti-seperti itu,” katanya. Pada akhirnya, Hatar menilai harga menjadi faktor yang membuat Peugeot lawas semakin mudah diterima, terutama oleh pembeli muda yang ingin memiliki mobil Eropa tanpa harus mengeluarkan biaya besar. “Jadi ya intinya sih mungkin karena, karena harganya enggak terlalu tinggi kan jadinya. Jadi mereka masih mampu untuk pakai kan, beli gitu,” katanya. Bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, Komunitas Selain tren retro, Hatar menilai komunitas juga punya peran besar dalam memperkenalkan Peugeot kepada generasi yang lebih muda. Melalui pertemuan komunitas hingga konten yang beredar di media sosial, semakin banyak orang mengenal karakter mobil asal Perancis tersebut. Menurut dia, anak muda saat ini tidak hanya mencari kendaraan untuk kebutuhan mobilitas, tetapi juga mobil yang memiliki identitas dan nilai gaya. “Mungkin awalnya tuh dari itu, dari komunitas-komunitas yang 90’s kayak gitu-gitu deh,” ujar Hatar. “Jadi mereka, anak-anak muda sekarang pengen pakai mobil retro, terus mobil retronya juga yang Eropa, yang enggak mahal-mahal gitu kan, ya jatuhnya ke Peugeot kayak gitu,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang